Saturday, 18 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Saat Sungai Tak Lagi Memisahkan Kehidupan Warga Sinar Petir Tanggamus

17 July 2026 11:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Saat Sungai Tak Lagi Memisahkan Kehidupan Warga Sinar Petir Tanggamus
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Jumat (17/7/2026), embun masih menggantung di lereng perbukitan Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus.

Di sela hamparan kebun kopi kakao dan lada yang menghijau, suara sepeda motor mulai memecah kesunyian. Satu per satu warga melintas di atas sebuah jembatan berwarna merah putih yang tampak kokoh membelah aliran sungai.

Bagi orang yang baru datang, jembatan itu mungkin hanyalah rangka baja dengan lantai yang menghubungkan dua tepi sungai. Namun, bagi masyarakat Pekon Sinar Petir, bangunan itu memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Ia adalah jawaban atas penantian panjang.

Selama bertahun-tahun, sungai di bawahnya menjadi batas yang memisahkan warga dari berbagai kebutuhan hidup. Saat musim hujan datang dan air meluap, aktivitas nyaris berhenti.

Anak-anak harus berhitung dengan waktu ketika hendak berangkat sekolah. Petani menunggu debit air surut agar hasil panennya bisa dibawa keluar desa. Bahkan orang sakit harus bersabar melewati jalan memutar yang lebih jauh demi mencapai fasilitas kesehatan.

Jembatan Armco yang telah selesai dibangun kini berdiri kokoh, membuka kembali denyut kehidupan masyarakat.

Di ujung jembatan, Bakri, seorang petani berusia 48 tahun, berdiri sambil memperhatikan beberapa sepeda motor melintas.

"Kalau dulu hujan turun semalaman, kami sering tidak bisa membawa kopi keluar. Kadang harus menunggu air surut. Sekarang Alhamdulillah, jalan kami sudah terbuka lagi," ujarnya dengan senyum yang sulit disembunyikan.

Bagi Bakri, jembatan itu bukan sekadar proyek infrastruktur dan pengembangan. Ia adalah penghubung antara kebun dan pasar.

Antara kerja keras dan penghasilan keluarga

Tak jauh dari sana, Tuminah, seorang ibu rumah tangga, mengaku kini tidak lagi dihantui rasa cemas setiap pagi.

"Anak-anak sekarang berangkat sekolah lebih tenang. Kami sebagai orang tua juga merasa lebih aman," katanya.

Kalimat itu sederhana, Namun di baliknya tersimpan cerita panjang tentang bagaimana sebuah jembatan mampu mengubah rutinitas sebuah desa.

Di Pekon Sinar Petir, sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Kopi, lada, kakao hingga hasil hortikultura menjadi sumber penghidupan utama. Setiap kilogram hasil panen harus melewati akses yang layak agar dapat sampai ke pasar dengan biaya yang lebih murah.

Karena itu, ketika Jembatan Armco selesai dibangun, warga merasa bukan hanya jalan yang terbuka. Masa depan mereka ikut terbuka.

Kepala Pekon Sinar Petir, Hidayat AR mengaku masih mengingat betul bagaimana warga berkali-kali mengharapkan agar jembatan tersebut segera dibangun.

"Alhamdulillah, harapan masyarakat akhirnya terwujud. Atas nama Pemerintah Pekon dan seluruh warga, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0424/Tanggamus, serta semua pihak yang telah membantu hingga jembatan ini selesai dibangun," katanya.

Menurut Hidayat, keberadaan jembatan akan menggerakkan banyak sektor sekaligus. Petani lebih mudah mengangkut hasil panen. Anak-anak lebih cepat sampai di sekolah.

Masyarakat tidak lagi kesulitan menuju puskesmas. Roda ekonomi desa pun diperkirakan berputar lebih cepat.

Semangat yang sama disampaikan Komandan Kodim 0424/Tanggamus, Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, infrastruktur dan pengembangan Jembatan Armco merupakan bentuk nyata kepedulian TNI bersama pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Jembatan ini akan menjadi urat nadi baru yang mendukung akses transportasi, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga peningkatan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Ucapan itu bukan sekadar slogan. Di atas jembatan yang kini setiap hari dilalui warga, kalimat tersebut menemukan maknanya. Setiap sepeda motor yang membawa anak sekolah.

Setiap mobil bak terbuka yang mengangkut karung-karung kopi, kakao, kelapa dan hasil panen lainnya. Setiap warga yang bergegas menuju puskesmas.

Semuanya menjadi bukti bahwa infrastruktur sesungguhnya bukan hanya soal beton dan baja. Melainkan tentang manusia. Tentang kesempatan. Tentang kehidupan yang menjadi lebih mudah.

Siang itu, matahari perlahan semakin tinggi. Cahayanya  memantul di rangka merah putih Jembatan Armco yang kini berdiri kokoh.

Anak-anak tertawa saat bersepeda melintasinya. Para petani pulang membawa harapan baru. Tak ada lagi kekhawatiran menunggu sungai surut.

Tak ada lagi kecemasan ketika musim hujan tiba. Sebab hari ini, yang berdiri di atas aliran sungai itu bukan sekadar jembatan.

Yang berdiri adalah sebuah pengingat bahwa infrastruktur dan pengembangan yang paling bermakna adalah infrastruktur dan pengembangan yang mampu mendekatkan masyarakat pada pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari