BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Dalam
Bandar Lampung – Sebanyak 32 siswa kelas XI SMK Miftahul Ulum, Kelurahan Labuhan Dalam, Kecamatan Tanjung Senang, mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertema "Penguatan Aswaja An-Nahdliyah dan Wawasan Kebangsaan bagi Pelajar" pada Selasa, 28 Juli 2026.
acara tersebut bertujuan memperkuat pemahaman siswa mengenai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan pelajar.
Dalam pemaparannya, Rifai menuturkan bahwa para siswa sebagai calon pemimpin masa depan harus memiliki semangat belajar yang tinggi agar mampu meraih cita-cita, sekaligus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat sehingga tumbuh rasa cinta kepada Indonesia.
> "Cita-cita yang tinggi untuk meraih masa depan serta cinta kepada Indonesia harus tertanam dalam hati kita sejak dini. Kemajuan teknologi dan masuknya budaya Barat bisa membuat generasi muda lupa dan apatis terhadap masa depan Indonesia," kata Rifai, yang juga merupakan Kader Ansor Lampung.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar mewaspadai masuknya berbagai paham Islam transnasional yang dinilai menampilkan wajah Islam yang eksklusif, tidak ramah, dan cenderung ekstrem. Menurutnya, pemahaman tersebut perlu dikenali sebagai bentuk antisipasi agar generasi muda tidak mudah terpengaruh.
Rifai menekankan bahwa sebagai bangsa yang memiliki budaya ketimuran, masyarakat Indonesia harus terus menjunjung tinggi nilai persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati di tengah keberagaman suku, agama, maupun budaya.
> "Meski berbeda suku dan agama, kita tetap memiliki hak yang sama untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan. Nilai-nilai itu telah dicontohkan oleh para *founding fathers* bangsa Indonesia," ujarnya.
Selain itu, Rifai juga mengajak para siswa untuk memiliki visi dan tujuan hidup yang jelas serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.
> "Sebagai generasi muda, kalian harus memiliki visi dan tujuan hidup yang jelas. Jangan sampai penyesalan datang di kemudian hari akibat pergaulan bebas maupun minuman keras. Buktikan kepada kedua orang tua bahwa kalian adalah anak yang bisa dibanggakan," jelasnya.
acara FGD berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi materi hingga penutupan. Suasana diskusi semakin hidup saat sesi tanya jawab, di mana para siswa menyampaikan berbagai pertanyaan dan pandangan terkait materi yang disampaikan (ma)