BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(KAI) Divisi Regional IV Tanjungkarang menyebutkan dukungan penuh terhadap rencana infrastruktur dan pengembangan jaringan Kereta Api Trans Sumatera yang menghubungkan Bakauheni hingga Aceh.
Untuk mewujudkan koneksi dari Bakauheni hingga Lampung Utara diperkirakan diperlukan lintasan sekitar 340 kilometer (Km).
Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan infrastruktur dan pengembangan jaringan Trans Sumatera Railway yang menghubungkan wilayah paling selatan Pulau Sumatera di Bakauheni, Lampung, hingga wilayah paling utara di Banda Aceh.
Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas nasional melalui transportasi kereta api.
Target tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan revitalisasi Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Menurut KAI, pemerataan jaringan rel di Pulau Sumatera akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mobilitas penumpang sekaligus memperkuat distribusi logistik.
Executive Vice President PT KAI Divre IV Tanjungkarang Hendy Helmy melalui Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari mengungkapkan, pengembangan jaringan kereta api di Sumatera akan memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antardaerah.
"Pada prinsipnya KAI mendukung penuh rencana pemerintah terkait pemerataan jaringan kereta api di Sumatera. Keberadaan jalur yang terhubung dari selatan hingga utara akan sangat membantu angkutan penumpang maupun distribusi barang," ujar Zaki, Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan, di Provinsi Lampung masih terdapat beragam wilayah yang belum terhubung dengan jaringan rel kereta api.
Selain itu, jalur menuju Pelabuhan Bakauheni juga masih memerlukan pengembangan agar konektivitas antarmoda dapat terwujud.
Menurut Azhar, untuk mewujudkan koneksi dari Bakauheni hingga Lampung Utara diperkirakan diperlukan lintasan sekitar 340 kilometer.
Sementara itu, penyambungan jalur dari stasiun terujung saat ini menuju Bakauheni hinggake tarahan membutuhkan infrastruktur dan pengembangan rel baru sekitar 80 kilometer.
Selain koneksi menuju Bakauheni, beragam wilayah di Lampung juga belum sepenuhnya dilintasi jalur kereta api, di antaranya Kabupaten Pesisir Barat, sebagian wilayah Pesawaran, Lampung Timur, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, hingga Mesuji.
Meski demikian, Azhar menggarisbawahi penentuan trase jalur masih memerlukan studi teknis yang komprehensif.
Kajian tersebut meliputi kondisi geologi, kontur wilayah, hingga keterpaduan dengan infrastruktur lain seperti jalan nasional dan jalan tol.
"Kami sebagai operator tentu siap mendukung. Namun untuk penentuan trase apakah memanfaatkan jalur eksisting atau membangun jalur baru, seluruhnya harus melalui studi kelayakan yang matang," katanya.
Ia menuturkan lebih lanjut, kewenangan penyusunan trase, kajian teknis, hingga proses perizinan berada di bawah Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kementerian Perhubungan.
Karena masih dalam tahap kajian, PT KAI juga belum dapat memperkirakan kebutuhan anggaran infrastruktur dan pengembangan jalur baru di Lampung.
Perhitungan investasi tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat setelah studi kelayakan selesai dilakukan.
Menurut KAI, apabila proyek Kereta Api Trans Sumatera dapat direalisasikan, keberadaan jalur tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarprovinsi di Pulau Sumatera sekaligus mendorong efisiensi transportasi penumpang dan logistik.