BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
PT. Bakauheni Terbanggi Besar Toll (PT BTB) memperkuat upaya pencegahan kebakaran di sepanjang Ruas Tol Bakauheni - Terbanggi Besar (Bakter).
Langkah ini dilakukan dengan meningkatkan patroli lapangan, mengoptimalkan pemantauan CCTV selama 24 jam, serta memperluas sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan.
Direktur PT BTB, Charles Giroth, mengungkapkan jika koordinasi dengan beragam stakeholder juga diperkuat untuk memastikan potensi gangguan dapat ditangani sedini mungkin.
Petugas operasional secara berkala menyisir ruang milik jalan (Rumija), median jalan, hingga beragam titik yang dinilai memiliki potensi kebakaran.
"Pemantauan difokuskan pada kondisi lingkungan sekitar ruas tol, terutama saat cuaca panas dan kering yang dapat meningkatkan risiko munculnya api," kata Charles, saat dimintai keterangan, Senin (10/8/2026).
Di sisi lain, Tim Sentra Komunikasi (Senkom) memantau kondisi ruas tol selama 24 jam melalui jaringan CCTV. Sistem ini menjadi salah satu bagian penting dalam deteksi dini, termasuk untuk mengidentifikasi asap atau indikasi kebakaran lahan di sekitar jalan tol.
Setiap temuan dari pemantauan CCTV maupun patroli lapangan segera diteruskan kepada petugas operasional untuk dilakukan pengecekan.
Koordinasi tersebut dilakukan agar potensi kebakaran maupun gangguan lainnya dapat ditangani dengan cepat sebelum berkembang dan berdampak terhadap keselamatan pengguna jalan.
"Upaya pencegahan juga dilakukan dengan mendatangi masyarakat yang tinggal di sekitar ruas tol. Petugas mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan atau aktivitas yang dapat memicu munculnya api," katanya.
Hal ini penting dilakukan karena kebakaran dari lahan di sekitar jalan tol berpotensi merambat ke area Rumija dan mengganggu keselamatan serta kelancaran perjalanan.
Edukasi juga diarahkan langsung kepada pengguna jalan. PT BTB menyampaikan imbauan melalui pengeras suara di gerbang tol dan rest area, serta melalui layar Variable Message Sign (VMS) di sepanjang ruas tol.
"Pengguna jalan diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok atau sumber api lainnya secara sembarangan. Puntung rokok yang masih menyala dapat memicu kebakaran, terutama pada kondisi vegetasi di sekitar jalan tol yang kering," tuturnya.
Ia engatakan pencegahan kebakaran tidak hanya mengandalkan kesiapan petugas, tetapi juga membutuhkan dukungan teknologi dan kesadaran masyarakat.
"Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama kami. Karena itu, mitigasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan CCTV selama 24 jam, patroli lapangan, hingga sosialisasi kepada masyarakat di sekitar jalan tol," ujar Charles.
Ia mengungkapkan PT BTB juga terus mengingatkan pengguna jalan melalui pengeras suara di gerbang tol dan rest area serta layar VMS agar tidak membuang puntung rokok maupun sumber api lainnya sembarangan.
Menurut Charles, potensi kebakaran membutuhkan respons cepat dan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, koordinasi dengan kepolisian, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta instansi terkait terus dilakukan untuk menghadapi kondisi darurat di sekitar ruas tol.
"Pencegahan membutuhkan peran bersama. Kami mengajak masyarakat dan seluruh pengguna jalan untuk turut menjaga lingkungan di sekitar ruas tol. Jika menemukan indikasi kebakaran atau potensi gangguan lainnya, segera informasikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti secepat mungkin," katanya.
PT BTB juga memastikan personel operasional dan peralatan pendukung penanganan keadaan darurat dalam kondisi siap digunakan.