Wednesday, 08 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Ratusan Wali Murid Serbu Posko Pengaduan SPMB, Desak Verifikasi Data Ulang

08 July 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Ratusan Wali Murid Serbu Posko Pengaduan SPMB, Desak Verifikasi Data Ulang
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Posko pengaduan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dibuka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung langsung dipadati ratusan calon wali murid, Rabu (8/7/2026).

Hingga pukul 13.00 WIB, sedikitnya 113 laporan telah diterima petugas. Mayoritas pengaduan berkaitan dengan dugaan ketidaksesuaian hasil verifikasi data pada jalur domisili yang dinilai merugikan calon peserta didik.

Salah seorang wali murid, Feri, mengaku kecewa terhadap hasil seleksi. Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada kuota penerimaan, melainkan pada proses verifikasi data yang diduga tidak dilakukan secara cermat.

"Ini bukan sekadar dugaan. Ada temuan nyata. Ada peserta yang seharusnya berjarak sekitar 1,7 kilometer dari sekolah, tetapi setelah diverifikasi justru tercatat sekitar 900 meter. Sementara anak saya yang rumahnya hanya sekitar 20 meter dari sekolah justru tidak diterima," ujarnya.

Feri menjelaskan, penundaan pengumuman hasil SPMB yang sebelumnya diharapkan menjadi momentum evaluasi ternyata tidak membawa perubahan. Menurutnya, hasil pengumuman tetap sama meski sempat diundur beberapa jam.

Ia memastikan, persoalan yang terus berulang setiap tahun bukanlah perubahan daya tampung maupun kuota jalur domisili, melainkan akurasi proses verifikasi data peserta.

"Kalau proses verifikasi dilakukan sesuai fakta di lapangan, saya yakin persoalan seperti ini tidak akan terus terjadi setiap tahun," katanya.

Feri juga meminta Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung yang baru bersama DPRD melakukan pemeriksaan dan verifikasi ulang terhadap seluruh data peserta yang mendaftar melalui jalur domisili.

Menurutnya, masih banyak data yang patut dipertanyakan sehingga perlu dibuka secara transparan kepada publik.

Ia mengungkapkan, anaknya telah menunggu selama satu tahun untuk bisa bersekolah di SMP Negeri. Tahun lalu pendaftaran melalui jalur afirmasi tidak berhasil, sedangkan tahun ini kembali ditolak saat mendaftar di SMP Negeri 19 Bandar Lampung melalui jalur domisili.

"Rumah kami tepat di seberang sekolah, hanya dipisahkan pagar. Tapi tetap tidak diterima," ungkapnya.

Feri mengaku telah meminta penjelasan kepada panitia. Namun, ia hanya mendapat jawaban bahwa penentuan jarak mengacu pada Google.

Menurutnya, Google hanya menjadi alat pemetaan, sedangkan penentuan dan verifikasi titik koordinat tetap dilakukan oleh operator maupun panitia penyelenggara.

"Lalu mengapa ada data yang jelas-jelas tidak sesuai justru dinyatakan benar? Itu yang kami pertanyakan," tegasnya.

Ia melanjutkan, meski telah menyampaikan pengaduan disertai bukti, hasil seleksi tetap tidak berubah. Karena itu, pada Senin mendatang para orang tua berencana kembali mendatangi sekolah dengan membawa seluruh dokumen sebagai bahan evaluasi bagi pihak sekolah dan penyelenggara SPMB.

"Kami hanya ingin proses seleksi berjalan adil dan sesuai fakta di lapangan. Kalau memang ada data yang keliru, harus diperbaiki," pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari