BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(PT BTB) menyediakan 39 unit crash cushion di beragam titik strategis Ruas Tol Bakauheni - Terbanggi Besar (Bakter).
Crash cushion merupakan perangkat keselamatan jalan yang dirancang untuk menyerap energi benturan kendaraan. Fasilitas ini membantu mengurangi dampak tabrakan, terutama ketika kendaraan kehilangan kendali dan berpotensi menabrak objek tetap di sekitar jalan.
Sebanyak 39 unit crash cushion tersebut tersebar di tiga lokasi utama, diantaranya 12 titik di seluruh on ramp Rest Area Jalur A dan B;
21 titik di seluruh exit Gerbang Tol Jalur A dan B; serta 6 titik di Simpang Susun (SS) Bakauheni Utara, Sidomulyo, Kotabaru, Natar, Tegineneng Barat, dan Tegineneng Timur.
Penempatan perangkat ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem perlindungan keselamatan jalan, khususnya di area yang memiliki potensi risiko benturan dengan objek tetap, seperti pada percabangan dan akses keluar-masuk jalan tol.
Dari sisi teknis, Direktorat Jenderal Bina Marga telah menetapkan spesifikasi khusus SKh-1.A.03 Bantal Peredam Perdampakan (Crash Cushion).
Spesifikasi tersebut mengatur persyaratan teknis, kinerja, kemampuan, dan komposisi perangkat agar dapat berfungsi sesuai peruntukannya.
Dalam penerapannya, crash cushion bekerja dengan menyerap energi benturan secara bertahap untuk membantu memperlambat hingga menghentikan kendaraan yang kehilangan kendali.
Direktur PT BTB, Charles Giroth, menyampaikan bahwa penyediaan crash cushion merupakan salah satu langkah nyata perusahaan dalam meningkatkan standar keselamatan di sepanjang Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar.
"Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas kami. Penyediaan 39 unit crash cushion di titik-titik strategis menjadi salah satu upaya PT BTB untuk memberikan perlindungan tambahan ketika kendaraan kehilangan kendali. Kami juga terus melakukan pemantauan dan pemeliharaan terhadap fasilitas keselamatan agar dapat berfungsi secara optimal,” ujarnya saat memberikan keterangan, Selasa (13/10/2026).
Selain memastikan ketersediaan fasilitas keselamatan, Charles juga mengingatkan bahwa upaya perlindungan di jalan tol perlu didukung oleh kedisiplinan setiap pengguna jalan dalam berkendara.
"Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, tetap fokus selama berkendara, serta memperhatikan rambu-rambu dan kondisi di sekitar jalan. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Melalui penyediaan, pemantauan, dan pemeliharaan fasilitas keselamatan secara berkelanjutan, PT BTB terus berupaya menciptakan perjalanan di Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar yang lebih aman, nyaman, dan lancar.
Komitmen ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan perlindungan optimal serta meningkatkan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan.