BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Desa Labuhanratu Induk, Kecamatan Labuhanratu, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), memprotes hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Labuhanratu.
Kekecewaan warga memuncak hingga sebagian akses jalan menuju sekolah sempat ditutup pagar kayu pada Jumat (17/7/2026).
Warga menilai masih banyak calon peserta didik yang berdomisili di sekitar sekolah justru tidak diterima, meski jarak rumah mereka sangat dekat dengan lokasi sekolah.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat yang selama ini merasa ikut berjuang dalam berdirinya sekolah tersebut.
Sutris, salah seorang warga sekaligus donatur pembangunan daerah SMAN 1 Labuhanratu, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
Menurutnya, sejak awal masyarakat bergotong royong mengumpulkan dana pribadi untuk membeli lahan yang kini menjadi lokasi sekolah.
"Harapan kami sejak sekolah ini dibangun agar anak-anak di sekitar sini bisa bersekolah. Faktanya sekarang justru banyak anak yang tinggal di sekitar sekolah kesulitan masuk. Dulu tanah sekolah ini dibeli dari hasil gotong royong masyarakat," kata Sutris.
Kekecewaan serupa disampaikan Sahrun. Ia mengaku rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari sekolah, namun anaknya tetap tidak diterima melalui proses SPMB.
"Rumah saya hanya sekitar 100 meter dari sekolah. Kalau melihat jalur domisili, seharusnya anak saya bisa diterima. Karena tidak lolos, akhirnya saya masukkan ke sekolah swasta. Saat saya konfirmasi ke sekolah, pihak sekolah menyampaikan penentuan penerimaan merupakan kewenangan Dinas Pendidikan," ujarnya.
Sementara itu, Teguh, salah seorang perwakilan warga menyebutkan, penutupan sebagian akses jalan dilakukan sebagai bentuk protes masyarakat. Menurutnya, jalan yang ditutup merupakan jalan milik warga.
"Pemblokiran ini merupakan keinginan masyarakat sebagai bentuk protes. Jalan yang ditutup adalah jalan milik warga. Kami kecewa karena banyak anak yang tinggal di sekitar SMAN 1 Labuhanratu tidak diterima," katanya.
Menanggapi protes tersebut, Kepala SMAN 1 Labuhanratu, Mulyadi menjelaskan, sekolah menerima 324 siswa dari total 430 pendaftar pada SPMB tahun 2026.
Menurut Mulyadi, proses penerimaan telah mengikuti ketentuan yang berlaku. Jalur domisili dialokasikan sebesar 30 persen, jalur afirmasi 30 persen yang terdiri dari 25 persen bagi keluarga tidak mampu dan 5 persen bagi penyandang disabilitas.
Sementara jalur prestasi mendapat kuota 35 persen yang terbagi atas 21 persen berdasarkan nilai rapor dan tes kompetensi akademik serta 3 persen prestasi bidang sains dan akademik lainnya.
Adapun jalur mutasi dialokasikan sebesar 5 persen, terdiri dari 3 persen perpindahan domisili orang tua dan 2 persen bagi anak guru yang bertugas di sekolah tersebut.
Pihak sekolah menggarisbawahi seluruh proses penerimaan siswa baru digelar sesuai petunjuk teknis dan kuota yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.