BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait pembakaran yang terjadi di kawasan perkebunan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.
Meski sempat terjadi pembakaran hingga beragam bangunan dan fasilitas di kawasan perusahaan terbakar, polisi memastikan situasi terkini telah kembali aman.
Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon menyebutkan, personel kepolisian masih ditempatkan di lokasi untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan lanjutan.
"Untuk situasi saat ini sudah kondusif dan terkendali. Kami memastikan kondisi tetap aman dan melakukan langkah-langkah penanganan setelah kericuhan," kata AKBP Charles, Rabu (12/8/26) Malam.
Menurutnya, aparat saat ini fokus mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang terjadi di kawasan perusahaan tersebut. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dan informasi dari beragam pihak.
Ia menyebut, proses penyelidikan diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus mengetahui siapa saja yang terlibat dalam kericuhan.
"Mohon waktu, ini masih dalam penyelidikan dan pendalaman, termasuk pihak-pihak yang terlibat," ujarnya.
Polisi belum membeberkan lebih jauh mengenai pihak yang diduga terlibat maupun langkah hukum yang akan diambil. Penanganan masih menunggu hasil pemeriksaan dan fakta yang ditemukan petugas di lapangan.
Ia pun meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri ataupun terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Percayakan penanganan peristiwa ini kepada pihak kepolisian," imbuhnya.
Kericuhan di kawasan PT BSA sebelumnya terjadi pada Rabu siang. Peristiwa tersebut terekam dalam beragam video yang kemudian beredar.
Dalam rekaman itu, tampak beragam bangunan dan fasilitas di area perusahaan terbakar. Kepulan asap hitam terlihat membubung dari kawasan tersebut.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kericuhan serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. (*)