BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Tanggamus – Polisi menduga kebakaran yang meluluhlantakkan Toko Swalayan Diamond Berkah di Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Minggu (28/6/2026), dipicu oleh arus pendek listrik yang berasal dari ruang penyimpanan di lantai dua bangunan.
Dugaan tersebut diperoleh berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi awal yang dilakukan Tim Inafis Polres Tanggamus bersama Polsek Wonosobo.
Kapolsek Wonosobo Iptu Primadona Laila, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, menuturkan, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Namun, hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan korsleting listrik.
"Berdasarkan hasil identifikasi sementara, kebakaran diduga dipicu arus hubungan pendek listrik yang berasal dari ruang penyimpanan atau gudang di lantai dua bangunan," kata Primadona.
Polisi melanjutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Api pertama kali diketahui oleh Ansorizal (63), warga sekitar, yang melihat kepulan asap hitam membumbung dari bagian atap toko milik Khoirur Rozikin alias H. Oji (48), warga Pekon Banjar Negoro, Kecamatan Wonosobo.
Menyadari adanya kebakaran, Ansorizal segera meminta bantuan warga dan menghubungi para karyawan toko. Tak lama kemudian, warga bersama saksi lainnya, Suwilo (53), berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian atap serta gudang yang dipenuhi berbagai barang dagangan.
Sekitar pukul 07.30 WIB, dua unit mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tanggamus tiba di lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api selama sekitar dua setengah jam hingga kobaran berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 10.00 WIB.
Selama proses pemadaman berlangsung, personel Polsek Wonosobo turut melakukan pengamanan lokasi dan menyelamatkan sebagian barang yang masih dapat dievakuasi untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
Akibat kebakaran tersebut, satu unit bangunan toko beserta sebagian besar isi di dalamnya hangus terbakar. Barang-barang yang musnah meliputi pakaian, tas, sepatu, sandal, perlengkapan rumah tangga, 17 unit pendingin ruangan (AC), tujuh unit kamera pengawas (CCTV), serta dua unit komputer beserta perangkat pendukungnya.
Meski kerusakan yang ditimbulkan cukup besar, peristiwa itu dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.
Polisi memperkirakan total kerugian material akibat kebakaran mencapai sekitar Rp500 juta.
Saat ini, polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kebakaran, memeriksa sebagian saksi, serta melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
"Hingga saat ini kami masih melakukan pendalaman dan pemantauan di lokasi guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif," ujar Primadona.
Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya memastikan instalasi listrik di bangunan usaha maupun permukiman selalu dalam kondisi laik dan aman guna mengurangi risiko terjadinya kebakaran akibat arus pendek listrik. (*)