BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung memberikan bantuan untuk mendukung program pengembangan Bank Sampah Emak.id pada Senin, 24 Agustus 2026, siang.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN UID Lampung dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, khususnya melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di bidang pengelolaan serta edukasi persampahan.
Founder Emak.id, Ahmad Khairudin Syam, M.Si., menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan PLN UID Lampung. Ia menginginkan keberadaan Bank Sampah Emak.id dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Lampung.
> “Dengan adanya Bank Sampah Emak.id semoga bisa bermanfaat untuk banyak masyarakat di Lampung, terutama dalam bidang edukasi sampah,” kata Ahmad Khairudin Syam.
Sementara itu, Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN UID Lampung, Badai Marindro, menuturkan dukungan tersebut merupakan wujud komitmen PLN untuk tidak hanya menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
> “Program ini wujud komitmen PT PLN UID Lampung, tidak hanya menghadirkan secara handal dan juga memberikan kontribusi positif,” ujar Badai Marindro.
Menurut Badai, kolaborasi dalam pengelolaan sampah perlu terus dikembangkan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari dunia usaha, pemerintah, masyarakat, hingga pihak-pihak lainnya.
> “Harapan dapat berkelanjutan ke depannya untuk kolaborasi dengan dunia usaha, pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak lainnya,” ujarnya.
Dukungan terhadap Bank Sampah Emak.id juga mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung. Kabid Persampahan DLH Kota Bandar Lampung, Ahmad Junaedi, S.IP., menginginkan aktivitas serupa dapat terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
> “Harapan saya aktivitas ini bisa terus diadakan dan semakin luas,” kata Ahmad Junaedi.
Dengan adanya sinergi antara PLN UID Lampung, Bank Sampah Emak.id, pemerintah dan masyarakat, program pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. (Putra)