Thursday, 02 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Peringati HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Ingatkan Polri Tegakkan Hukum Secara Adil

02 July 2026 09:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Peringati HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Ingatkan Polri Tegakkan Hukum Secara Adil
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

menghadiri sekaligus menjadi inspektur upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Dalam amanatnya, Presiden mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme, supremasi hukum, dan demokrasi.

Prabowo menilai Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, keterlibatan Polri hingga ke tingkat desa dan wilayah perbatasan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan, khususnya jagung.

"Saya menyampaikan penghargaan atas bagaimana giatnya Kepolisian Republik Indonesia sekarang ikut aktif terlibat dalam upaya ketahanan pangan rakyat kita," kata Prabowo.

Ia mengaku menyaksikan langsung infrastruktur dan pengembangan gudang-gudang penyimpanan hasil pertanian oleh Polri yang dinilai sangat membantu mendukung ketahanan pangan nasional. Selain itu, Polri juga disebut selalu hadir di garis depan saat terjadi bencana dan turut menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Presiden juga mengapresiasi dukungan Polri terhadap beragam program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, keterlibatan Polri menunjukkan komitmen institusi tersebut dalam mendukung infrastruktur dan pengembangan nasional.

Di sisi lain, Prabowo mengingatkan bahwa tantangan keamanan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi. Karena itu, Polri diminta terus beradaptasi menghadapi berbagai bentuk kejahatan baru.

"Ancaman berubah, teknologi juga dapat dipakai dengan maksud-maksud yang jahat. Dengan demikian, cara kerja kita juga harus menyesuaikan," ujarnya.

Prabowo menekankan beragam kejahatan yang menjadi perhatian serius pemerintah, mulai dari peredaran narkotika, judi online, perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, penyelundupan, pertambangan dan perkebunan ilegal, hingga kejahatan ekonomi atau white collar crime.

Meski demikian, Presiden memberikan apresiasi atas keberhasilan Polri bersama berbagai lembaga dalam mengungkap ribuan kasus narkotika, memberantas judi online bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta mempertahankan kondisi tanpa insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir. "Ini prestasi yang perlu kita hargai," ucapnya.

Namun, ia mengingatkan agar Polri tidak cepat berpuas diri karena tantangan ke depan masih besar. Menurut Prabowo, kemiskinan yang masih dialami masyarakat tidak terlepas dari praktik korupsi, penyelundupan, dan berbagai acara ekonomi ilegal yang harus terus diberantas.

Selain itu, Presiden menyampaikan apresiasi kepada Kapolri beserta seluruh jajaran yang terus melakukan pembenahan organisasi melalui peningkatan profesionalisme, disiplin, kualitas pelayanan publik, dan sinergi dengan seluruh elemen bangsa.

Prabowo juga menyinggung pentingnya menjaga kehidupan demokrasi di Indonesia. Ia menekankan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi karena menjadi sarana untuk memperbaiki kinerja pemerintah maupun institusi negara.

"Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita dan memperbaiki diri," katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar demokrasi tidak disalahgunakan ataupun dipengaruhi kepentingan tertentu, termasuk kepentingan asing maupun kelompok yang memiliki kekuatan ekonomi besar.

Menurut Prabowo, Polri harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa dengan menjamin kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat secara damai, sekaligus memastikan hukum tetap ditegakkan dan ketertiban umum tetap terpelihara.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga memberikan penekanan khusus terkait penegakan hukum. Ia meminta agar hukum benar-benar menjadi pelindung masyarakat dan diterapkan secara adil tanpa diskriminasi.

"Hukum harus menjadi pelindung rakyat. Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas," tegasnya.

Prabowo menekankan tidak boleh ada kriminalisasi maupun penyalahgunaan wewenang dalam proses penegakan hukum. Ia juga mengingatkan bahwa hukum tidak boleh dijadikan alat kepentingan politik ataupun kepentingan kelompok tertentu.

"Hukum tidak boleh menjadi alat mereka yang punya uang. Tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Tidak boleh ada kriminalisasi, tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang, dan tidak boleh ada siapa pun yang kebal terhadap hukum," ujarnya.

Menutup amanatnya, Presiden mengajak seluruh anggota Polri untuk terus menjaga kehormatan institusi, mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat, serta mempertahankan kepercayaan masyarakat.

"Jagalah kehormatan Kepolisian Republik Indonesia dan yang paling penting jagalah bangsa dan rakyat Indonesia. Dirgahayu ke-80 Kepolisian Negara Republik Indonesia," pungkasnya.

Berita ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas edisi Kamis, 02 Juli 2026 dengan judul "Prabowo Ingatkan Polri Tegakkan Hukum Secara Adil”

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari