BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
— Penjualan hewan kurban asal Lampung pada tahun 2026 mencapai 204.595 ekor, terdiri dari sapi, kerbau, kambing, dan domba yang dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, Lili Mawarti, menyampaikan peningkatan permintaan hewan kurban menjadi indikator kuat bahwa sektor peternakan Lampung terus berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan pasar nasional.
“Provinsi Lampung terus berkontribusi besar dalam menyuplai ternak kurban ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor peternakan Lampung memiliki daya saing dan kapasitas produksi yang baik,” ujar Lili Mawarti.
Berdasarkan data sementara penjualan ternak kurban antarprovinsi dan antarkabupaten/kota, penjualan sapi pada tahun 2026 mencapai 60.429 ekor. Jumlah tersebut meningkat 40,15 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 43.116 ekor.
Sementara itu, penjualan kerbau juga mengalami kenaikan dari 242 ekor menjadi 337 ekor atau tumbuh 39,25 persen.
Peningkatan paling mencolok terjadi pada penjualan domba. Jika pada tahun 2025 tercatat 1.764 ekor, maka pada tahun 2026 melonjak menjadi 3.912 ekor atau naik sekitar 121,76 persen.
Di sisi lain, penjualan kambing sedikit menurun. Pada tahun 2025 jumlahnya mencapai 143.335 ekor, sedangkan tahun 2026 menjadi 139.917 ekor atau turun 2,38 persen.
Meski demikian, kambing masih menjadi hewan kurban yang paling banyak terjual dari Lampung. Lili menjelaskan, penurunan tersebut diduga dipengaruhi perubahan preferensi masyarakat yang mulai beralih memilih sapi, kerbau, maupun domba sebagai hewan kurban
“Penurunan kambing dapat disebabkan karena sebagian masyarakat mulai beralih melakukan kurban menggunakan sapi, kerbau maupun domba,” jelasnya.
Data penjualan tersebut dihimpun dari lalu lintas ternak antarprovinsi serta data Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Wilayah Lampung.
Selain memenuhi kebutuhan di dalam daerah, hewan kurban asal Lampung juga dikirim ke berbagai provinsi.
Untuk sapi, distribusi dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.
Sedangkan kambing dan domba dipasarkan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, hingga Kalimantan Tengah.
Lili menilai peningkatan penjualan sapi dan domba tidak terlepas dari membaiknya kapasitas peternak, kelancaran distribusi ternak, serta pengawasan kesehatan hewan yang semakin ketat menjelang Iduladha.
Pemprov Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama APPSI juga terus memperkuat kemitraan antara peternak, pengepul, dan lembaga kurban nasional guna memastikan kebutuhan hewan kurban terpenuhi secara optimal.
“Kami terus mendorong peternak menjaga kualitas dan kesehatan ternak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Dengan potensi peternakan yang dimiliki, Lampung optimistis dapat terus menjadi salah satu daerah penyangga utama kebutuhan ternak nasional,” pungkasnya.