Tuesday, 14 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Melon Premium Lampung Timur Laris Manis, Produksi 4 Ton Sehari Masih Kurang

14 July 2026 17:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Melon Premium Lampung Timur Laris Manis, Produksi 4 Ton Sehari Masih Kurang
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Deretan tanaman melon tumbuh rapi di dalam sebuah greenhouse di Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur. Batang-batang tanaman menjalar ke atas mengikuti tali tambang yang dirangkai dengan presisi, membuat ratusan buah menggantung sempurna di sepanjang lorong tanaman.

Di balik dinding plastik khusus dan atap transparan, suasana terasa sejuk meski matahari siang menyengat. Kipas angin yang terpasang di setiap sudut berputar tanpa henti menjaga sirkulasi udara, sementara para pekerja tampak teliti memangkas batang-batang yang tidak produktif agar nutrisi tanaman terfokus pada buah.

Pemandangan paling mencuri perhatian adalah ratusan melon berwarna kuning keemasan yang menggantung dengan ukuran seragam. Bobot rata-rata mencapai 1,7 kilogram per buah. Hamparan melon premium itu menghadirkan panorama yang menenangkan sekaligus menjadi bukti keseriusan pengelolaan pertanian modern di kawasan pedesaan.

Pemilik kebun melon, Deni Kurniawan, menjelaskan dirinya telah menekuni budidaya melon selama lima tahun. Saat ini ia mengelola lahan seluas 10 hektare, sementara bersama petani binaannya luas tanam telah mencapai sekitar 25 hektare.

Menurut Deni, seluruh hasil panennya difokuskan untuk memenuhi pasar melon premium. Buah hasil kebunnya telah dipasarkan ke berbagai daerah, mulai dari Palembang, Bangka Belitung, Pekanbaru hingga seluruh kota di Provinsi Lampung.

"Setiap hari kami mengirim sekitar tiga sampai empat ton melon. Bahkan sampai sekarang kami masih kekurangan buah karena permintaan pasar sangat tinggi," kata Deni Kurniawan saat ditemui di kebun melonnya di Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, Selasa (14/7/2027).

Tingginya permintaan pasar membuat Deni berencana memperluas areal tanam. Menurutnya, pengembangan lahan menjadi langkah yang harus dilakukan agar kebutuhan pasar modern maupun supermarket dapat terus terpenuhi.

"Kami ingin terus menambah luas tanam karena permintaan belum bisa kami penuhi seluruhnya. Pasarnya masih terbuka lebar," ujarnya.

Selain mengembangkan usaha, Deni mengharapkan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan terhadap sektor pertanian, terutama dengan membangun jaringan listrik menuju area persawahan. Menurutnya, keberadaan listrik sangat dibutuhkan untuk mengoperasikan mesin sumur bor saat musim kemarau.

"Harapan kami sederhana, semoga ada jaringan listrik masuk ke area persawahan. Kalau musim kemarau, kebutuhan air sangat tinggi dan mesin sumur bor membutuhkan listrik agar produksi melon tetap berjalan," ucapnya.

Deni menuturkan lebih lanjut, usaha budidaya melon premium yang dikelolanya juga memberi dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Saat ini, sedikitnya 150 orang bekerja di kebun tersebut, mulai dari perawatan tanaman, pemangkasan, hingga proses panen dan distribusi hasil produksi. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari