BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
sebagai agenda budaya dan pariwisata unggulan Provinsi Lampung yang mampu mendorong promosi daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Pengamat Ekonomi Lampung, Asrian Hendi Caya menyampaikan, Festival Krakatau seharusnya tidak hanya menjadi agenda tahunan Jajaran Pemprov Lampung saja.
Namun harus menjadi aktivitas bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, industri parhotelan, biro perjalanan wisata, hingga pelaku UMKM.
Menurutnya, penyelenggaraan Festival Krakatau harus lebih dioptimalkan agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
"Festival Krakatau memang menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya yang sekaligus mempromosikan daerah. Tujuan akhirnya tentu menggerakkan ekonomi daerah melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat," kata Asrian, saat dimintai keterangan, Kamis (16/7/2026).
Ia menilai kolaborasi menjadi kunci agar festival tersebut mampu berkembang menjadi event berskala nasional bahkan internasional.
"Festival Krakatau harus dirancang sebagai aktivitas daerah, bukan sekadar acara pemerintah daerah. Semua stakeholder perlu dirangkul agar memiliki rasa memiliki dan ikut berkontribusi menyukseskan festival ini," ujarnya.
Selain itu, Asrian menekankan pentingnya penyelenggaraan Festival Krakatau dilakukan secara konsisten dengan jadwal yang tetap setiap tahun.
Kepastian jadwal dinilai akan memberikan manfaat bagi industri pariwisata karena pelaku usaha dapat mempersiapkan paket wisata jauh hari.
"Dengan jadwal yang pasti, hotel, biro perjalanan wisata, maskapai, hingga pelaku UMKM dapat menyusun promosi sejak jauh-jauh hari. Dampaknya tentu akan lebih besar terhadap sektor ekonomi," katanya.
Ia juga menilai Festival Krakatau perlu memiliki identitas atau fokus utama yang menjadi ciri khas sehingga mudah dikenal wisatawan.
Menurutnya, nama Krakatau telah memiliki reputasi internasional sehingga harus menjadi kekuatan utama dalam membangun citra festival.
"Krakatau sudah dikenal dunia. Karena itu, Festival Krakatau harus memperkuat terminologi dan branding Krakatau sebagai ikon global yang dimiliki Lampung," jelasnya.
Asrian menginginkan Festival Krakatau tidak hanya mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara.
Untuk mewujudkan hal tersebut, menurutnya perlu ditambahkan berbagai acara bertaraf internasional yang mengangkat kekayaan alam dan sejarah Gunung Krakatau.
"Misalnya melalui pemutaran film dokumenter mengenai munculnya kehidupan flora dan fauna di kawasan Gunung Krakatau setelah letusan besar, seminar ilmiah internasional, diskusi lingkungan, hingga pameran penelitian tentang Krakatau. acara seperti ini akan memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi Festival Krakatau sebagai festival berbasis budaya, ilmu pengetahuan, dan konservasi," ungkapnya.
Ia optimistis apabila konsep tersebut diterapkan secara konsisten, Festival Krakatau dapat menjadi salah satu destinasi unggulan Indonesia yang memberikan manfaat nyata bagi sektor pariwisata dan perekonomian Lampung.