Friday, 10 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Mirza: Pantai Adalah Wajah Lampung, Kebersihannya Harus Dijaga Bersama

10 July 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Mirza: Pantai Adalah Wajah Lampung, Kebersihannya Harus Dijaga Bersama
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Peserta dari unsur TNI, pemerintah daerah, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat bergotong royong membersihkan kawasan pesisir dalam puncak Gerakan Radin Inten Asri yang digelar di Pantai Radin Inten Beach, Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Jumat (10/7/2026).

aktivitas tersebut tidak hanya menghasilkan pantai yang lebih bersih, tetapi juga menjadi momentum membangun budaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengaku terkesan dengan perubahan kondisi Pantai Radin Inten Beach dibandingkan saat ia mengunjungi lokasi tersebut pada tahun lalu.

Menurutnya, kawasan pantai yang sebelumnya belum tertata kini telah mengalami banyak pembenahan sehingga semakin layak menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Provinsi Lampung.

"Tahun lalu pantai ini masih belum layak. Hari ini saya melihat perubahannya luar biasa dan sudah sangat layak menjadi salah satu tujuan wisata terbaik di Lampung," kata Mirza.

Ia menggarisbawahi, keberhasilan menjaga kawasan wisata tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama agar kebersihan pantai tetap terjaga dan mampu meningkatkan citra daerah.

"Pantai adalah wajah Provinsi Lampung, pantai adalah citra Provinsi Lampung, dan pantai adalah kebanggaan seluruh masyarakat Provinsi Lampung. Mudah-mudahan menjaga kebersihan pantai menjadi kebiasaan masyarakat," ujarnya.

Mirza mengharapkan Gerakan Radin Inten Asri tidak berhenti sebagai aktivitas seremonial semata, melainkan menjadi gerakan bersama yang mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, terutama kawasan pesisir yang menjadi salah satu pintu masuk wisatawan ke Lampung.

Semangat menjaga lingkungan juga tampak dari antusiasme para mahasiswa, komunitas, dan relawan yang mengikuti aksi bersih pantai tersebut. Bahkan, sebagian komunitas perenang turut menyisir perairan untuk mengangkat sampah yang mengendap di laut.

Sampah-sampah tersebut kemudian dibawa ke daratan untuk dikumpulkan bersama sampah yang dibersihkan dari sepanjang garis pantai.

Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menjelaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) agar jajaran TNI AD menggerakkan aksi kebersihan lingkungan di wilayah Lampung dan Bengkulu.

Menurutnya, pemilihan pantai sebagai lokasi awal gerakan bukan tanpa alasan. Sebagian besar sampah yang berada di laut berasal dari daratan dan bermuara ke kawasan pesisir.

"Kami ingin memulainya dari pantai karena banyak sampah yang bermuara ke laut. Yang kami harapkan bukan aktivitas seremonial satu hari, tetapi gerakan yang terus berlanjut sehingga masyarakat terbiasa hidup di lingkungan yang bersih dan sehat," kata Kristomei.

Ia menggarisbawahi, keberhasilan gerakan menjaga kebersihan lingkungan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi berbagai pihak.

Oleh karena itu, TNI menggandeng pemerintah daerah, Polri, mahasiswa, komunitas, organisasi masyarakat, hingga warga sekitar agar gerakan tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

"Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab semua pihak. Kalau budaya ini tumbuh, lingkungan akan tetap bersih tanpa harus menunggu adanya aktivitas besar," ujarnya.

Menjelang siang, tumpukan karung berisi sampah yang berhasil dikumpulkan terus bertambah di sepanjang bibir Pantai Radin Inten Beach. Berbagai jenis sampah plastik, botol, hingga limbah lainnya berhasil diangkat baik dari daratan maupun perairan.

Namun, lebih dari sekadar mengumpulkan sampah, aktivitas tersebut meninggalkan harapan agar kebiasaan memungut sampah, menjaga laut, dan merawat ruang publik dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari