BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Jumlah siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Lampung Barat melalui jalur aspirasi Anggota DPR RI Al Muzammil Yusuf meningkat signifikan pada 2026. Tahun ini, sebanyak 2.508 siswa tercatat menerima bantuan pendidikan tersebut, atau bertambah sekitar 1.608 siswa dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 900 penerima.
Peningkatan jumlah penerima tersebut disampaikan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Lampung I, Al Muzammil Yusuf, saat melakukan kunjungan kerja reses perseorangan di Kabupaten Lampung Barat, Selasa (4/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga menyerahkan bantuan PIP kepada beragam penerima di wilayah setempat.
acara diawali dengan penyambutan Al Muzammil Yusuf beserta rombongan oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus di Lamban Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit. Setelah itu, rombongan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menuju GOR Aji Saka, Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit.
Di lokasi tersebut, acara dilanjutkan dengan sosialisasi sekaligus penyerahan bantuan Program Indonesia Pintar kepada masyarakat. acara turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin, jajaran Forkopimda, para asisten, kepala perangkat daerah, camat, peratin, kepala sekolah, dewan guru, serta orang tua dan wali murid penerima bantuan PIP.
Al Muzammil menjelaskan, peningkatan jumlah penerima PIP di Lampung Barat menjadi 2.508 siswa pada 2026 merupakan hasil perjuangan melalui jalur aspirasi agar semakin banyak peserta didik dari keluarga kurang mampu mendapatkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.
“Alhamdulillah, tahun ini jumlah penerima PIP di Lampung Barat meningkat menjadi 2.508 siswa. Ini merupakan hasil perjuangan agar semakin banyak anak-anak yang mendapatkan kesempatan belajar,” ujar Al Muzammil.
Ia menjelaskan, Program Indonesia Pintar merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terkendala persoalan biaya. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mencegah anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Al Muzammil menekankan, bantuan PIP diberikan dalam bentuk uang tunai tanpa potongan dengan besaran yang berbeda sesuai jenjang pendidikan. Siswa SD menerima Rp450 ribu per tahun, siswa SMP sebesar Rp750 ribu per tahun, sedangkan siswa SMA/SMK mendapatkan Rp1,8 juta per tahun.
Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan jumlah penerima pada 2026 tidak otomatis membuat siswa akan menerima bantuan yang sama pada tahun berikutnya. Sebab, bantuan PIP melalui jalur aspirasi tersebut berlaku untuk satu tahun anggaran dan data siswa harus kembali diusulkan agar dapat dipertimbangkan sebagai penerima pada tahun selanjutnya.
“Bantuan ini hanya berlaku untuk satu tahun anggaran, sehingga pada tahun berikutnya data siswa harus kembali diusulkan agar tetap bisa menerima PIP Aspirasi,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus mengapresiasi perhatian Al Muzammil Yusuf terhadap masyarakat Lampung Barat, khususnya dalam memperjuangkan akses bantuan pendidikan bagi siswa melalui Program Indonesia Pintar.
Menurut Parosil, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing. Karena itu, kondisi ekonomi keluarga tidak semestinya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Program Indonesia Pintar menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan merata,” kata Parosil.
Parosil menyebutkan, bantuan PIP yang diserahkan dalam acara tersebut menyasar penerima manfaat jalur aspirasi dari Kecamatan Balik Bukit, Sukau, dan Lumbok Seminung. Ia memiliki harapan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mendorong para siswa agar lebih bersemangat dalam mengikuti proses belajar.
Ia juga meminta orang tua dan wali murid menggunakan bantuan tersebut secara tepat untuk kebutuhan pendidikan anak, mulai dari perlengkapan sekolah hingga berbagai sarana penunjang belajar. Menurutnya, peningkatan akses pendidikan membutuhkan dukungan bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, saya yakin kita dapat mewujudkan generasi Lampung Barat yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Parosil. (*)