Wednesday, 12 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Pemprov Lampung Siapkan Jalur Disabilitas dari Pendidikan hingga Dunia Kerja

12 August 2026 15:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Pemprov Lampung Siapkan Jalur Disabilitas dari Pendidikan hingga Dunia Kerja
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

penguatan pendidikan bagi penyandang disabilitas agar tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut hingga mereka memiliki keterampilan, mandiri, dan mendapat kesempatan masuk ke dunia kerja.

Wakil Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung, Jihan Nurlela menuturkan, pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, dunia usaha, hingga keluarga.

Hal itu disampaikan Jihan saat menghadiri kunjungan kerja Ketua Umum Dharma Pertiwi Evi Agus Subiyanto di SLB Dharma Bakti Dharma Pertiwi, Rabu (12/8/2026).

Menurut Jihan, setiap anak memiliki potensi dan keistimewaan masing-masing. Karena itu, penyandang disabilitas tidak cukup hanya diberi bantuan, tetapi perlu diberikan akses, kesempatan, dan dukungan agar mampu berkembang secara mandiri.

"Jangan dikasihani, tetapi cukup diberikan pengertian, dimengerti, diberikan akses dan kesempatan," ujar Jihan.

Ia menilai pendidikan di SLB harus memiliki kesinambungan dengan kehidupan setelah lulus. Anak-anak perlu dibekali keterampilan yang dapat menjadi modal untuk bekerja maupun berkarya secara mandiri.

Karena itu, Jihan menyambut baik rencana pengembangan Kafe Lubi yang akan menjadi ruang pembelajaran sekaligus pelatihan keterampilan bagi lulusan SLB.

"Ini akan menjadi harapan baru bagi anak-anak bahwa pendidikan bukan tahap akhir di SLB ini. Nanti ada hilirisasinya berupa masuk ke dunia kerja," katanya.

Jihan juga mengungkapkan, Lampung saat ini memiliki 34 SLB, baik negeri maupun swasta. Namun, jumlah tersebut masih belum ideal untuk menjangkau seluruh anak berkebutuhan khusus di Lampung.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Pesisir Barat yang hingga kini belum memiliki SLB. Kondisi itu menunjukkan masih perlunya pemerataan akses pendidikan bagi penyandang disabilitas di seluruh wilayah Lampung.

Selain memperluas akses pendidikan, Pemprov Lampung juga mendorong dunia usaha membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Sosialisasi Peraturan Daerah tentang Disabilitas terus dilakukan kepada perusahaan dan pengusaha agar hak penyandang disabilitas untuk memperoleh pekerjaan dapat dipenuhi.

"Kami mempunyai Perda tentang Disabilitas yang terus kami sosialisasikan kepada para perusahaan dan pengusaha agar memenuhi amanat Perda dan Undang-Undang, bahwa ada satu persen hak dari teman-teman disabilitas untuk bisa masuk ke dunia kerja di perusahaan masing-masing," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dharma Pertiwi Evi Agus Subiyanto menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam membantu anak berkebutuhan khusus menemukan dan mengembangkan potensinya.

Menurut Evi, orang tua sebaiknya menjadi mitra bagi anak dengan memahami minat dan kemampuan mereka, bukan hanya memberikan larangan.

"Kita dorong anak-anak itu dari belakang untuk sesuatu hal yang positif. Apa yang menjadi passion-nya, apa hobinya, kita dukung. Insyaallah bisa berhasil," ujar Evi.

Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui Program Orang Tua Asuh. Evi memiliki harapan program tersebut tidak sekadar menjadi bantuan sesaat, tetapi berkembang menjadi pendampingan berkelanjutan yang membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Dalam kunjungan tersebut, turut ditandatangani kerja sama pengembangan Kafe Lubi sebagai wadah pembelajaran, pelatihan, dan pengembangan keterampilan bagi lulusan SLB. Kafe tersebut diharapkan menjadi salah satu jembatan dari pendidikan menuju kemandirian dan dunia kerja.

Sementara itu, Ketua Daerah Dharma Pertiwi Daerah, Asti Kristomei, menuturkan pembenahan SLB Dharma Bakti Dharma Pertiwi terus dilakukan sejak kepengurusan Yayasan Dharma Bakti Daerah Lampung diaktifkan akhir tahun lalu.

Pembenahan mencakup tata kelola pendidikan, administrasi, fasilitas pembelajaran hingga sarana pendukung. Di antaranya penambahan bahan ajar dan kipas angin, pembangunan daerah dua sumur bor, revitalisasi ruang kelas autis menjadi sentra pembelajaran, serta penambahan wahana permainan.

"Yayasan juga menyiapkan pembangunan daerah Kafe Lubi yang diharapkan menjadi ruang interaksi sekaligus pengembangan keterampilan bagi anak berkebutuhan khusus," katanya. 

Asti menuturkan, peningkatan kualitas pendidikan akan terus dilakukan agar SLB Dharma Bakti Dharma Pertiwi menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu memberikan ruang tumbuh bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

"Semoga menjadi tempat belajar yang semakin baik, nyaman, aman, dan mampu memberikan ruang tumbuh bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari berbagai kalangan," ujarnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari