BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(21), pelaku penembakan yang menewaskan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dedi Kristian Agung (40), menyerahkan diri ke ke Mapolres Lampung Utara lantaran takut ditembak di tempat oleh polisi.
Dalam cuplikan video yang beredar di media sosial, tangan pelaku tampak diborgol menggunakan kabel ties di dalam mobil saat diamankan.
“Saya Fajar Jaya Putra pelaku penembakan yang meninggal dunia di Metro. Saya menyerahkan diri dengan kesadaran kepada Resmob Polda Lampung karena takut ditembak di tempat,” ucap dia.
Diketahui, penyerahan diri pelaku ke Mapolres Lampung Utara turut dikawal oleh Wakil Bupati Lampung Utara Romli, Minggu (24/5/2026).
“Saya mewakili perwakilan dari Lampung Utara menyampaikan permohonan maaf,” kata Romli.
Ia menilai peristiwa tersebut telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat Lampung.
“Kita kooperatif dalam penegakan hukum, dan kita dukung penuh, yang namanya proses hukum yang salah bertanggung jawab, yang salah katakan salah, yang benar katakan benar,” ucapnya.
Menurut dia, institusi Polri akan bekerja sesuai prosedur yang berlaku dalam menangani perkara tersebut.
“Kami percaya dengan institusi Polri dalam penegakan hukumnya. Kami serahkan sepenuhnya, mohon kiranya dapat dibimbing dan diluruskan apa yang menjadi harapan kita semua,” ujar Romli.
Ia juga mengapresiasi kerja aparat kepolisian dari Polres Metro, Polres Lampung Utara hingga Polda Lampung yang terus melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Romli mengaku memahami kerja keras petugas yang disebutnya sampai tidak beristirahat demi mengungkap kasus tersebut.
“Karena ulah warga kami dan kami mohon maaf dan sekali lagi mohon maaf,” pungkasnya.