Wednesday, 08 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Panen Padi Lebih Cepat 10 Hari, Pupuk Hayati Jadi Andalan Tingkatkan Produktivitas Petani BNS

08 July 2026 20:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Panen Padi Lebih Cepat 10 Hari, Pupuk Hayati Jadi Andalan Tingkatkan Produktivitas Petani BNS
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

hasil positif bagi petani di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Kabupaten Lampung Barat.

Selain mampu meningkatkan kualitas tanaman padi, pupuk tersebut juga diklaim dapat mempercepat masa panen hingga sekitar 10 hari sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.

Potensi tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus di Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Rabu (8/7/2026).

Keduanya meninjau langsung produksi pupuk hayati cair yang dikelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berkah Tani di Pekon Bandar Agung.

Di lokasi tersebut, Gubernur dan Bupati melihat langsung proses pembuatan pupuk hayati sekaligus kondisi lahan pertanian yang telah memanfaatkannya.

Dari hasil peninjauan, tampak perbedaan pertumbuhan tanaman padi yang menggunakan pupuk hayati dibandingkan dengan tanaman yang masih menggunakan pola budidaya biasa.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menjelaskan penggunaan pupuk hayati cair memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian masyarakat.

"Hasilnya tidak hanya lebih bagus, tetapi panennya juga lebih cepat sekitar 10 hari bagi petani yang menggunakan pupuk hayati cair," kata Parosil.

Menurutnya, inovasi tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Setelah meninjau lokasi produksi pupuk hayati, rombongan melanjutkan kunjungan ke gudang gabah milik warga di Pekon Trimekar Jaya.

Di lokasi itu, Gubernur bersama Bupati membandingkan kualitas beras yang dihasilkan dari gabah yang dikeringkan menggunakan metode dryer dengan gabah hasil penjemuran secara konvensional.

Parosil menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur yang turun langsung melihat potensi pertanian sekaligus kondisi masyarakat di Bandar Negeri Suoh.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur yang berkenan hadir dan bersilaturahmi langsung di Kecamatan BNS," ujarnya.

Ia menilai kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian nyata Pemprov Lampung terhadap pengembangan sektor pertanian di Lampung Barat yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Selain meninjau sektor pertanian, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Parosil juga menyerahkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), bantuan rehabilitasi tanaman lada, peremajaan kopi, serta perluasan areal kakao kepada para petani di Kecamatan Bandar Negeri Suoh.

Gubernur memiliki harapan berbagai bantuan tersebut mampu memperkuat ekonomi petani melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya usaha tani.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak agar memiliki kesempatan memperoleh kehidupan yang lebih baik di masa depan.

"Harapan saya, anak-anak di Suoh dan BNS ini semuanya dapat menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Jika orang tuanya petani, anaknya tidak boleh menjadi petani juga," tegas Gubernur.

Rangkaian acara ditutup dengan pembukaan pasar murah yang diselenggarakan Pemprov Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Dalam acara tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, seperti tepung terigu seharga Rp9.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.000 per liter, dan beras Rp58.000 per kemasan 5 kilogram.

Salah seorang warga Bandar Negeri Suoh, Rohaya, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.

Ia memiliki harapan acara serupa dapat digelar lebih sering karena dinilai mampu meringankan beban masyarakat di tengah harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.

"acara seperti ini maunya sering-sering dilakukan, Pak Gubernur, Pak Bupati. Kalau bisa satu bulan sekali. Kami sebagai masyarakat sangat terbantu," ujarnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari