Friday, 14 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Nelayan Ditemukan Meninggal Mengapung di Pantai Kuala Stabas Pesisir Barat

14 August 2026 15:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Nelayan Ditemukan Meninggal Mengapung di Pantai Kuala Stabas Pesisir Barat
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(33), warga Sandaran Agung, Pekon Penggawa V, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di perairan Pantai Kuala Stabas, Kelurahan Pasar Kota Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Jumat (14/8/2026) pagi.

Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M. menyampaikan, korban ditemukan warga sekitar pukul 09.00 WIB setelah sebelumnya berangkat dari rumah pada pagi hari untuk mencari ikan. Korban diketahui memang sering mencari ikan di sekitar kawasan Pantai Kuala Stabas.

Menurut AKBP Bestiana, peristiwa tersebut bermula ketika seorang warga bernama Acep Febrianto sedang berjalan di sekitar Pantai Kuala Stabas. Saat berada sekitar 10 meter dari bibir pantai, saksi melihat seseorang dalam kondisi mengapung di perairan.

"Saksi kemudian bersama masyarakat di sekitar lokasi memastikan keberadaan korban. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa orang tersebut merupakan korban yang diduga tenggelam dan telah meninggal dunia," kata AKBP Bestiana berdasarkan laporan kejadian.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB untuk mencari ikan. Aktivitas tersebut memang sering dilakukan korban karena selama ini korban diketahui biasa mencari ikan di sekitar Pantai Kuala Stabas, Kecamatan Pesisir Tengah.

Korban diketahui bernama lengkap Hengki Irawan, lahir di Sandar Agung pada 2 November 1992. Korban merupakan warga Sandaran Agung, Pekon Penggawa V, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat.

Setelah menerima informasi mengenai penemuan korban, personel Polres Pesisir Barat dan Polsek Pesisir Tengah langsung mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan penanganan bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa Pesisir Tengah serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian.

AKBP Bestiana menyampaikan, proses evakuasi dilakukan terhadap korban yang ditemukan sekitar 10 meter dari bibir pantai. Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dibawa ke RSUD M. Tohir Krui untuk menjalani pemeriksaan medis.

Pemeriksaan terhadap jenazah dilakukan melalui Visum et Repertum (VER) untuk membantu memastikan kondisi serta penyebab kematian korban. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari langkah kepolisian dalam menangani kejadian tersebut.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, kondisi tubuh korban saat ditemukan masih dalam keadaan utuh. Petugas juga menemukan adanya luka pada bagian kepala korban yang diduga akibat terkena atau terbentur karang laut.

"Pada saat ditemukan, kondisi korban masih dalam keadaan utuh. Kemudian ditemukan adanya luka pada bagian kepala yang diduga karena terkena karang laut," ujar AKBP Bestiana.

Meski demikian, pihak keluarga korban menyebutkan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Penolakan tersebut kemudian dituangkan dalam surat pernyataan oleh pihak keluarga.

Selain melakukan evakuasi dan pemeriksaan lokasi, kepolisian juga meminta keterangan dari sebagian saksi yang mengetahui penemuan korban maupun informasi mengenai aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

AKBP Bestiana menjelaskan, langkah kepolisian dalam menangani kejadian tersebut meliputi mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, mencari keterangan para saksi, mengevakuasi korban serta membawa jenazah ke RSUD M. Tohir Krui untuk dilakukan pemeriksaan.

Dengan ditemukannya korban, proses penanganan selanjutnya dilakukan bersama pihak keluarga. Jenazah korban kemudian diserahkan untuk proses pemakaman sesuai keputusan keluarga, setelah pihak keluarga menyebutkan penolakan terhadap tindakan autopsi.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari