BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Berbagai jenis cara pelaku dalam melancarkan peredaran narkoba. Polda Lampung mengungkap modus baru selama menggelar Operasi Antik Krakatau 2026 yang digelar 14 hari tanggal 14 - 27 September 2026 di seluruh wilayah hukum setempat.
Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Kombes Pol Dodi Suryadin menyampaikan, para bandar kini mulai memanfaatkan keluarga sendiri untuk memasarkan narkoba.
"Ada modus baru. Pengungkapan yang kami lakukan, para bandar ini merekrut keluarga. Artinya, dari mulai anak sampai ibu, ya, dilibatkan," kata Dodi saat Konferensi Pers Hasil Operasi Antik Krakatau 2026 Polda Lampung dan Jajaran, di Mapolda Lampung, Senin (28/9/2026).
Dodi mengungkapkan, salah satu tersangka narkoba yang diamankan saat Operasi Antik Krakatau merupakan wanita yang sedang mengandung selama sembilan bulan sambil membawa barang narkoba dari daerah Dumai menuju ke Jakarta.
"Ternyata dia lagi hamil sembilan bulan. Kemudian dalam perjalanan itu membawa ibunya satu mobil, satu kendaraan, kemudian bandarnya di depan," jelas dia.
Ia menuturkan para bandar sering kali merekrut orang-orang dengan ekonomi kurang baik guna melancarkan aksinya.
"Contohnya misalkan, tersangka yang kami tangkap ini adalah dia tidak punya suami, punya anak tiga. Nah, itu dimanfaatkan oleh bandar-bandar narkoba untuk bisa membawa barang itu dari Pulau Sumatera sampai ke Jakarta atau wilayah sekitarnya," terangnya.
Dodi mengaku dalam pengungkapan peredaran narkoba didapati beberapa pemain lama yang mengendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan.
"Kami terus kembangkan semaksimal mungkin siapa pengendalinya, siapa bendaharanya, siapa yang mengatur jaringan tersebut, ya. Kami terus kejar. Polda Lampung berkomitmen untuk mengejar seluruh kurir ataupun bandar di mana pun berada," pungkasnya. (*)