BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang akan digelar di Hotel Novotel Bandar Lampung pada 10–11 Juni 2026 dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata, investasi, dan ekonomi kreatif Lampung kepada para pengusaha muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Lampung, Adi Susanto, menyampaikan kepercayaan yang diberikan kepada Lampung sebagai tuan rumah Munas HIPMI merupakan peluang besar untuk menunjukkan berbagai keunggulan daerah kepada para peserta yang hadir.
Menurutnya, kehadiran ribuan pengusaha muda dari seluruh Indonesia tidak hanya berdampak pada sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga menjadi sarana promosi yang efektif bagi sektor pariwisata dan investasi daerah.
"Ini merupakan momentum penting bagi dunia usaha dan perekonomian daerah. Lampung memiliki kesempatan besar untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki, termasuk sektor pariwisata yang terus berkembang," kata Adi, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, Lampung memiliki beragam destinasi unggulan yang layak dikenal lebih luas, mulai dari wisata bahari, wisata budaya, kuliner khas daerah, hingga ekowisata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Menurut Adi, para peserta Munas berpotensi menjadi media promosi tidak langsung bagi Lampung setelah kembali ke daerah masing-masing. Karena itu, kesan positif selama berada di Lampung menjadi faktor penting yang harus dijaga bersama.
"Kehadiran peserta dari berbagai provinsi bisa menjadi peluang besar untuk memperluas promosi daerah. Mereka dapat menjadi duta yang menceritakan pengalaman dan potensi Lampung kepada jaringan bisnis maupun masyarakat di daerah asalnya," ujarnya.
Adi juga menilai dinamika yang sempat muncul menjelang pelaksanaan Munas merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, seluruh pihak diharapkan tetap mengedepankan semangat persatuan dan profesionalisme agar pelaksanaan agenda nasional tersebut berjalan lancar.
"Suasana yang aman dan kondusif sangat penting. Selain mendukung kelancaran aktivitas, hal itu juga akan memperkuat kepercayaan investor dan wisatawan terhadap Lampung sebagai daerah tujuan investasi dan pariwisata," katanya.
Selain sektor pariwisata, Adi menilai Munas HIPMI juga dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Meningkatnya aktivitas peserta selama aktivitas berlangsung diperkirakan akan mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, dan jasa.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, organisasi, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung suksesnya pelaksanaan Munas HIPMI XVIII di Lampung.
"Kami menginginkan Munas HIPMI tidak hanya menghasilkan kepemimpinan terbaik bagi organisasi, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi pengembangan pariwisata, investasi, UMKM, dan perekonomian Lampung secara berkelanjutan," pungkasnya.