Wednesday, 28 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Mengenal Seruni Era Lestari, Dokter Spesialis Mata Kini Pimpin RSUD Alimuddin Umar

27 October 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 8 kali
Bagikan:
Mengenal Seruni Era Lestari, Dokter Spesialis Mata Kini Pimpin RSUD Alimuddin Umar
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Perjalanan pengabdian dr. Seruni Era Lestari, Sp.M., di Kabupaten Lampung Barat menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya di dunia kesehatan. Berawal dari penugasan sebagai dokter pegawai tidak tetap (PTT) pusat di Kecamatan Ngambur pada 2007, kini ia dipercaya memimpin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimuddin Umar sebagai direktur. Pengalaman bertugas di wilayah dengan keterbatasan fasilitas hingga mengembangkan kompetensi sebagai dokter spesialis mata menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab barunya.

Perjalanan tersebut tidak dimulai dari rumah sakit besar dengan fasilitas lengkap. Saat pertama kali bertugas di Lampung Barat, dr. Seruni ditempatkan di Kecamatan Ngambur, yang kala itu masih menjadi bagian dari Kabupaten Lampung Barat sebelum terbentuknya Kabupaten Pesisir Barat. Setelah sekitar satu tahun menjalankan tugas di wilayah tersebut, ia kemudian melanjutkan pengabdiannya di Puskesmas Lumbok Seminung pada 2008.

Bertugas di Puskesmas Lumbok Seminung menjadi salah satu pengalaman yang membekas dalam perjalanan kariernya. Pada masa itu, fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut masih terbatas. Bahkan, puskesmas tempatnya bertugas belum memiliki aliran listrik. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus memperlihatkan bagaimana tenaga medis harus beradaptasi dengan keterbatasan sarana yang tersedia.

Pengalaman bertugas di wilayah yang belum memiliki fasilitas memadai menjadi bagian dari perjalanan panjang dr. Seruni dalam menjalankan profesinya. Ia tidak hanya memperoleh pengalaman klinis, tetapi juga berhadapan langsung dengan kondisi pelayanan kesehatan di tingkat dasar. Pengalaman tersebut menjadi latar belakang penting dalam memahami kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah dengan akses pelayanan kesehatan yang masih terbatas.

Perempuan kelahiran Palembang, 9 November 1981, itu mengaku telah lama mengabdikan diri di Lampung Barat. Meski berasal dari luar daerah, perjalanan kariernya selama bertahun-tahun membuatnya memiliki kedekatan dengan lingkungan kerja dan masyarakat yang selama ini dilayani. Ia menilai, pengabdian yang telah dijalani menjadi bagian dari perjalanan hidup sekaligus tanggung jawab profesionalnya sebagai seorang dokter.

“Walaupun saya berasal dari luar Lampung Barat, saya sudah lama bertugas di sini. Saya pertama kali masuk pada 2007, kemudian bertugas di Ngambur dan pindah ke Lumbok Seminung,” ungkap dr. Seruni saat menceritakan perjalanan pengabdiannya di Lampung Barat, Selasa (27/10/2026).

Pada 2009, perjalanan kariernya berlanjut ketika ia ditarik untuk bertugas di RSUD Alimuddin Umar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS). Perpindahan tersebut menjadi awal pengabdiannya di rumah sakit daerah yang kini dipimpinnya. Dari pelayanan kesehatan tingkat puskesmas, ia mulai menjalani tugas di lingkungan rumah sakit dengan cakupan pelayanan yang lebih luas dan kebutuhan penanganan pasien yang semakin beragam.

Keseriusannya mengembangkan kompetensi di bidang kedokteran kemudian berlanjut melalui pendidikan dokter spesialis. Pada 2011, dr. Seruni melanjutkan pendidikan spesialis mata di Universitas Indonesia (UI) dengan dukungan beasiswa pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan. Kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan profesionalnya untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, ia kembali bertugas di RSUD Alimuddin Umar pada 2016. Sejak saat itu, dr. Seruni melanjutkan pengabdiannya sebagai dokter spesialis mata sekaligus menyaksikan perkembangan rumah sakit dari waktu ke waktu. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mengenai perubahan kebutuhan pelayanan, pengembangan sumber daya manusia, serta pentingnya peningkatan fasilitas kesehatan di rumah sakit daerah.

Dr. Seruni menempuh pendidikan sarjana kedokteran di Universitas Padjadjaran sebelum melanjutkan pendidikan spesialis mata di Universitas Indonesia. Selain memiliki latar belakang pendidikan kedokteran, ia juga menjalani kehidupan keluarga bersama suaminya yang berprofesi sebagai dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) dan turut bertugas di RSUD Alimuddin Umar. Lingkungan profesi tersebut menjadi bagian dari kesehariannya dalam dunia pelayanan kesehatan.

Selama bertugas di RSUD Alimuddin Umar, dr. Seruni menilai rumah sakit tersebut telah mengalami banyak kemajuan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun ketersediaan tenaga dokter spesialis. Ia mengingat, pada masa sebelumnya jumlah dokter spesialis masih terbatas, yakni sekitar empat orang. Seiring berjalannya waktu, pengembangan pelayanan terus dilakukan sehingga berbagai bidang spesialisasi kini telah tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasien.

sebagian layanan spesialis yang tersedia di antaranya spesialis neurologi atau saraf, paru, gizi klinik, mata, serta telinga, hidung, dan tenggorokan. Selain pengembangan tenaga medis, rumah sakit juga membangun fasilitas penunjang, termasuk gedung CT Scan untuk mendukung pemeriksaan pasien. Menurut dr. Seruni, perkembangan tersebut menjadi bagian dari perubahan yang telah berlangsung selama dirinya mengabdi di rumah sakit tersebut.

Kini, setelah dipercaya menjabat sebagai direktur, dr. Seruni menghadapi tanggung jawab yang berbeda. Jika sebelumnya berfokus pada pelayanan medis sesuai bidang spesialisasinya, kini ia juga harus memperhatikan tata kelola rumah sakit, kinerja pegawai, peningkatan mutu pelayanan, serta pengembangan fasilitas dan tenaga kesehatan. Pengalaman panjang sebagai dokter di RSUD Alimuddin Umar menjadi salah satu bekal untuk memahami persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam pembenahan rumah sakit.

Salah satu program yang tengah disiapkan dalam pengembangan pelayanan adalah mendatangkan dokter spesialis jantung melalui kerja sama dengan Universitas Indonesia. Menurut dr. Seruni, komunikasi awal dengan UI telah dilakukan melalui pertemuan daring dan dilanjutkan dengan rencana visitasi untuk meninjau kesiapan sarana serta prasarana rumah sakit. Setelah tahapan kerja sama tersebut, RSUD Alimuddin Umar juga perlu memenuhi proses kredensialing BPJS Kesehatan, termasuk memastikan kesiapan fasilitas dan ketersediaan obat-obatan yang dibutuhkan.

Ia menggarisbawahi bahwa kehadiran dokter spesialis jantung harus dipersiapkan secara menyeluruh agar pelayanan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal, termasuk melalui BPJS Kesehatan. Pihaknya tidak ingin dokter sudah didatangkan, tetapi masyarakat belum dapat memperoleh manfaat pelayanan karena persyaratan administrasi maupun fasilitas pendukung belum terpenuhi. Karena itu, seluruh tahapan perlu diselesaikan terlebih dahulu sebelum layanan tersebut benar-benar dijalankan.

Dari pengalaman bertugas di puskesmas dengan keterbatasan fasilitas hingga dipercaya memimpin rumah sakit daerah, perjalanan dr. Seruni mencerminkan proses panjang dalam dunia pelayanan kesehatan di Lampung Barat. Kini, tantangannya tidak hanya melanjutkan pengembangan fasilitas dan layanan spesialis, tetapi juga memastikan kualitas pelayanan semakin baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upayanya membawa RSUD Alimuddin Umar terus berkembang sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah. (*).

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari