Thursday, 06 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Mengenal Lampung-1: Satelit AI Pertama Indonesia, Spesifikasi hingga Berbagai Kemampuan

06 August 2026 15:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Mengenal Lampung-1: Satelit AI Pertama Indonesia, Spesifikasi hingga Berbagai Kemampuan
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Lampung mencatat langkah baru dalam pemanfaatan teknologi antariksa setelah Satelit Oriental Smart Eye (OSE) Hyperspectral-01 atau yang diberi nama Lampung-1 resmi diluncurkan ke orbit dari perairan lepas pantai Kota Haiyang, Provinsi Shandong, China, Rabu (5/8/2026).

Satelit tersebut meluncur menggunakan roket Jielong-3 Y12 dan menjadi bagian dari pengembangan teknologi penginderaan jauh berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan teknologi antariksa STAR.VISION, Universitas Wuhan, Pemprov Lampung, serta dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kehadiran Lampung-1 menjadi tonggak baru karena disebut sebagai satelit AI hyperspectral pertama Indonesia yang masuk dalam pengembangan Konstelasi Satelit AI China-ASEAN. Teknologi ini memungkinkan satelit tidak hanya mengambil gambar permukaan bumi, tetapi juga melakukan analisis data secara langsung sebelum dikirim ke stasiun penerima di darat.

Dikutip dari Xinhua, dengan bobot sekitar 300 kilogram, Lampung-1 dilengkapi kemampuan komputasi AI hingga 400 TOPS. Teknologi tersebut memungkinkan proses identifikasi objek, pengolahan citra, hingga analisis kondisi wilayah dilakukan langsung di luar angkasa sehingga pengiriman data menjadi lebih cepat dan efisien.

Satelit ini membawa 22 kanal spektral dengan rentang panjang gelombang 400 hingga 1.650 nanometer. Kemampuan tersebut membuat Lampung-1 mampu menghasilkan data dengan tingkat detail tinggi, termasuk citra dengan resolusi spasial hingga lima meter serta cakupan wilayah pemantauan mencapai 300 kilometer.

Teknologi tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor strategis di Indonesia. Dalam bidang pertanian, data hyperspectral dapat membantu membaca kondisi tanaman, tingkat kesuburan lahan, hingga memperkirakan potensi hasil produksi. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pangan berbasis data.

Di sektor kelautan dan perikanan, Satelit Lampung-1 juga berpotensi digunakan untuk memantau kondisi wilayah pesisir, perubahan kualitas air, serta mendukung pengelolaan sumber daya laut. Sementara untuk bidang lingkungan dan kebencanaan, teknologi ini dapat membantu pemetaan wilayah terdampak bencana, perubahan ekosistem, hingga pemantauan kondisi alam secara berkala.

Perwakilan STAR.VISION menyebut desain teknologi Lampung-1 dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik geografis Indonesia yang memiliki wilayah daratan luas serta kawasan laut yang besar. Karena itu, satelit ini dinilai cocok untuk mendukung pemantauan sektor pertanian, kelautan, sumber daya alam, hingga mitigasi bencana.

Pengembangan Satelit Lampung-1 sendiri telah dimulai sejak penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Lampung dengan STAR.VISION dan mitra teknologi China pada Mei 2025. Kerja sama tersebut kemudian diperkuat bersama BRIN melalui pengembangan sistem pengolahan data penginderaan jauh.

Selain membawa manfaat bagi pembangunan daerah daerah, keberhasilan peluncuran Lampung-1 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama teknologi antariksa antara China dan negara-negara ASEAN. Satelit ini diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah ekonomi digital serta pengelolaan lingkungan berbasis data di kawasan Asia Tenggara.

Dengan kemampuan analisis berbasis AI, Lampung-1 bukan hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi juga diharapkan menjadi instrumen baru dalam membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih akurat untuk pembangunan daerah di masa depan. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari