Sunday, 20 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Siswa di Lampung Barat Diare Usai Konsumsi MBG, Operasional SPPG Disetop

20 September 2026 16:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Siswa di Lampung Barat Diare Usai Konsumsi MBG, Operasional SPPG Disetop
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kabupaten Lampung Barat, mengalami keluhan gangguan pencernaan berupa diare setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan tersebut muncul setelah penerima manfaat mengonsumsi menu MBG yang salah satunya berupa siomay. beragam warga yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Batu Ketulis.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penerima manfaat yang mengalami keluhan tidak hanya berasal dari kalangan siswa, tetapi juga orang dewasa. Mereka berasal dari beragam pekon, di antaranya Pekon Batukebayan, Kubuliku, Luas dan Bakhu.

Salah seorang aparatur pekon yang turut mengalami keluhan tersebut membenarkan adanya kejadian itu. Ia mengaku ikut mengonsumsi siomay yang merupakan bagian dari menu MBG karena makanan tersebut tidak diambil oleh penerima manfaat.

“Iya, jadi ada siswa dan ada orang dewasa juga. Termasuk saya juga sempat mengalami diare karena kan kami masih melaksanakan gotong royong dan ada menu MBG yakni siomay yang tidak diambil jadi kami makan, dan ternyata kena diare juga,” ujarnya.

Meski demikian, penyebab pasti munculnya keluhan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sampel makanan MBG telah diambil untuk dilakukan pengujian sehingga belum dapat dipastikan apakah keluhan diare tersebut disebabkan oleh konsumsi siomay atau faktor lainnya.

Saat dikonfirmasi awak media, Koordinator SPPI Wilayah Lampung Barat, Septa, membenarkan adanya dugaan gangguan pencernaan yang dialami beragam penerima manfaat MBG di wilayah SPPG Batu Ketulis.

“Terkait dugaan keluhan dari penerima manfaat MBG di SPPG Batu Ketulis, kami sudah berkoordinasi dengan tim Satgas dan tim Puskesmas. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan MBG pada tanggal 18 September 2026,” kata Septa.

Menurutnya, Kepala SPPG bersama tim juga telah turun ke lapangan bersama Satgas MBG Lampung Barat untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

“Kepala SPPG dan tim SPPG lainnya sudah turun ke lapangan bersama Satgas MBG Lampung Barat,” ujarnya.

Septa mengungkapkan, kejadian tersebut juga telah dilaporkan kepada KPPG Bandar Lampung dan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN RI.

“Saya selaku Koordinator SPPI Wilayah Lampung Barat sudah melaporkan ke KPPG Bandar Lampung dan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN RI adanya kejadian dugaan gangguan pencernaan terhadap penerima manfaat MBG di wilayah Batu Ketulis,” jelasnya.

Sebagai langkah penanganan sementara, operasional SPPG Batu Ketulis dihentikan hingga ada arahan lebih lanjut. Penghentian tersebut dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan dan tindak lanjut dari pihak terkait.

“Untuk hal ini arahan pimpinan SPPG berhenti operasional sampai waktu belum bisa ditentukan. Surat suspend segera kami kirimkan ke pihak SPPG dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan,” pungkas Septa.

Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan menjadi bagian penting untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami para penerima manfaat. Pemeriksaan tersebut juga diharapkan menjadi dasar evaluasi terhadap penyelenggaraan MBG di SPPG Batu Ketulis sebelum operasional kembali dilanjutkan.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari