BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Musim panen kopi di Kabupaten Lampung Barat tahun ini tidak sepenuhnya membawa kebahagiaan bagi para petani. Di tengah harapan meningkatnya hasil panen, masyarakat justru dihantui maraknya aksi pencurian yang menyasar kawasan perkebunan.
Kondisi tersebut kini menjadi keresahan serius warga Pekon Kota Besi, Kecamatan Batu Brak, setelah sebagian kasus pencurian kembali terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut, Aipda Gatot Subroto selaku Bhabinkamtibmas Pekon Kota Besi didampingi Sekretaris Desa Kota Besi langsung turun ke lokasi kebun milik Solihin yang menjadi korban pencurian.
Bersama sebagian warga, aparat melakukan pengecekan kondisi gubuk kebun sekaligus menggali kronologis kejadian guna mengetahui pola aksi para pelaku.
Dalam peninjauan itu, aparat melihat langsung kondisi gubuk kebun korban yang dibobol komplotan pencuri pada malam hari. Beberapa barang penting yang biasa digunakan untuk aktivitas berkebun dilaporkan hilang.
Lokasi kebun yang berada di kawasan perbukitan dan jauh dari permukiman warga diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksi saat kondisi sekitar sepi.
Solihin menyebutkan dirinya baru mengetahui kejadian tersebut saat datang ke kebun pada pagi hari. Ia mendapati sebagian perlengkapan pertanian sudah tidak berada di tempat.
Tidak hanya hasil kebun, pelaku juga membawa kabur berbagai alat yang memiliki nilai ekonomis dan sangat dibutuhkan petani untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.
“Lampu tenaga surya hilang, drum air juga dibawa, termasuk mulsa dan alat-alat pertanian lainnya. Kalau melihat banyaknya barang yang diangkut, kemungkinan pelakunya lebih dari dua orang,” ujar Solihin saat memberikan keterangan kepada aparat di lokasi kejadian. Kamis (28/5/26).
Menurut warga setempat, aksi pencurian di kawasan perkebunan belakangan semakin nekat. Para pelaku diduga telah mengetahui situasi kebun warga dan memanfaatkan waktu malam hari untuk beraksi. Bahkan sebelumnya, sebagian petani juga mengaku kehilangan kopi hasil panen yang sengaja ditinggalkan sementara di kebun sebelum diangkut ke rumah.
Aipda Gatot Subroto menyebutkan pihak kepolisian merespons cepat laporan masyarakat karena persoalan pencurian kebun telah menjadi perhatian serius warga Kecamatan Batu Brak. Selain melakukan pengecekan lapangan, pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar area perkebunan.
Ia juga meminta warga tidak meninggalkan hasil panen maupun perlengkapan berharga terlalu lama di area kebun tanpa pengawasan. Menurutnya, kondisi perkebunan yang minim penerangan dan berjauhan dari permukiman memang menjadi titik rawan yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Sementara itu, Solihin mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian yang langsung turun ke lokasi usai menerima keluhan masyarakat. Menurutnya, kehadiran aparat memberikan harapan bagi para petani yang selama ini merasa cemas akibat maraknya aksi pencurian di musim panen kopi.
“Kami berterima kasih karena laporan masyarakat cepat ditindaklanjuti. Harapan kami tentu pelaku bisa segera ditangkap supaya petani merasa aman dan tidak terus dihantui pencurian saat musim panen seperti sekarang,” katanya.
Warga Pekon Kota Besi memiliki harapan aparat keamanan dapat meningkatkan patroli malam di kawasan perkebunan serta memperkuat pengawasan bersama masyarakat. Mereka menilai langkah cepat dan sinergi antara warga, pemerintah pekon, dan kepolisian sangat penting agar aksi pencurian yang meresahkan petani tidak terus berulang di wilayah Lampung Barat. (*).