BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026) sore.
Melalui Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma), mereka membawa Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) yang berfokus pada pemulihan berbagai sektor nasional, pembenahan pejabat negara, serta penegakan supremasi sipil.
Sebelumnya, ajakan demonstrasi disampaikan melalui akun Instagram @kepresmausakti. Mahasiswa dijadwalkan berkumpul di kawasan kampus Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, mulai pukul 10.00 WIB sebelum bergerak untuk menyampaikan aspirasi.
"Mahasiswa sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya pemerintahan serta memastikan setiap kebijakan berpihak kepada kepentingan rakyat," tulis akun tersebut.
Mahasiswa terlebih dahulu berkumpul di kawasan kampus Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, sebelum bergerak menuju Istana Negara.
"Berangkat dari semangat perjuangan dan kepedulian terhadap kondisi bangsa, Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti mengajak seluruh mahasiswa untuk turut hadir dalam aksi penyampaian aspirasi sebagai bentuk partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi," sambungnya.
Aksi ini disebut sebagai bentuk partisipasi mahasiswa dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan mendorong kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Dalam seruannya, Kepresma Universitas Trisakti menilai mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan penyelenggaraan negara berjalan sesuai kepentingan rakyat.
Mereka mengajak mahasiswa terlibat dalam gerakan penyampaian aspirasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi, terutama di tengah berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah.
Mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap kondisi politik dan tata kelola pemerintahan. Mereka menyoroti dugaan penggunaan jabatan untuk mempertahankan kepentingan, persoalan penegakan hukum dalam dinamika politik, serta kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya menjawab beban masyarakat.
Kepresma menekankan bahwa kekuasaan harus disertai tanggung jawab dan keterbukaan terhadap kritik publik.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa merumuskan tiga tuntutan utama. Pertama, pemulihan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional.
Kedua, pemberantasan inkompetensi pejabat negara serta penghapusan rangkap jabatan pejabat publik.
Ketiga, penegakan supremasi sipil sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan demokrasi dan tata kelola negara.
Kepresma Universitas Trisakti mengharapkan tuntutan tersebut menjadi perhatian pemerintah dan mendorong pembenahan di berbagai sektor.
Mereka menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sipil dalam mengawasi kebijakan publik serta mengingatkan bahwa jabatan dan kekuasaan harus dijalankan untuk kepentingan rakyat.
Aksi ini menjadi bagian dari penyampaian kritik mahasiswa terhadap arah pemerintahan dan tuntutan perubahan dalam pengelolaan negara.