Thursday, 29 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

BMKG Ungkap Pemicu Gempa Beruntun di Tanggamus

29 October 2026 19:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 6 kali
Bagikan:
BMKG Ungkap Pemicu Gempa Beruntun di Tanggamus
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Lampung, diguncang gempa bumi tektonik dalam rentang waktu hanya satu menit pada Rabu (28/10/2026) sore dan beruntun pada Kamis (29/10/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap, rangkaian gempa tersebut dipicu aktivitas sesar aktif yang melintasi wilayah itu. Hingga pukul 16.14 WIB, tercatat 20 aktivitas gempa susulan.

Katim Kerja Operasional Stasiun Geofisika Lampung Utara, Agung Setiadi, menjelaskan bahwa gempa tersebut berkaitan dengan rekahan pada segmen sesar aktif akibat pergerakan Lempeng Indo-Australia.

"Kondisi geologis ini membuat Tanggamus menjadi salah satu wilayah yang berpotensi mengalami aktivitas kegempaan," kata Agung.

Meski demikian, lanjutnya, rangkaian gempa yang terjadi pada Rabu sore dilaporkan tidak menimbulkan dampak kerusakan.

Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis BMKG, gempa pertama bermagnitudo 3,9 terjadi pada pukul 15.22.47 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 9 kilometer barat laut Tanggamus, dengan kedalaman 4 kilometer.

Satu menit kemudian, pukul 15.23.47 WIB, gempa kedua bermagnitudo 4,1 terjadi pada jarak sekitar 6 kilometer barat laut Tanggamus dengan kedalaman 5 kilometer. Kedua gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Plt Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Ana Oktavia Setiowati, menuturkan guncangan paling kuat dirasakan di Kotaagung dengan intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah, menyerupai sensasi ketika truk melintas.

Sementara itu, intensitas II MMI dilaporkan dirasakan di Kotabumi, Pringsewu, Ulu Belu, Gisting, dan Kotaagung Timur, ditandai dengan getaran yang dirasakan sebagian warga serta benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

BMKG mengungkapkan belum menerima laporan kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut. Meski begitu, masyarakat diminta tetap waspada tanpa panik serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diimbau memahami kondisi lingkungan sekitar dan mengikuti arahan petugas apabila terjadi guncangan lanjutan.

Untuk memperoleh informasi terkini, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BMKG melalui akun media sosial @infoBMKG, situs www.bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi InfoBMKG atau WRS-BMKG.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar memastikan informasi kebencanaan berasal dari sumber resmi sehingga tidak memicu kepanikan akibat kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari