Sunday, 26 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

‎Kukuhkan 16 Guru Besar UIN RIL, Rektor Ajak Guru Besar Terus Mengabdi Bagi Masyarakat

26 July 2026 20:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
‎Kukuhkan 16 Guru Besar UIN RIL, Rektor Ajak Guru Besar Terus Mengabdi Bagi Masyarakat
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

‎Pengukuhan 16 guru besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) tidak dimaknai sebagai puncak perjalanan akademik semata. Rektor Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D. menggarisbawahi bahwa jabatan guru besar justru menjadi awal tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎Hal tersebut disampaikan Rektor saat memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Pengukuhan 16 Guru Besar UIN RIL di Ballroom UIN, Minggu (26/7/2026).

‎Rektor menyebut momentum pengukuhan tersebut sebagai peristiwa bersejarah sekaligus pencapaian akademik yang membanggakan bagi seluruh sivitas akademika UIN Raden Intan Lampung.

"Hari ini merupakan momentum yang luar biasa, bersejarah, penuh berkah dan sangat membanggakan bagi seluruh keluarga besar UIN Raden Intan Lampung. Kita kembali menyaksikan pencapaian akademik tertinggi yang sangat masif dengan dikukuhkannya 16 guru besar baru," ujarnya.

Menurut Rektor, kehadiran para guru besar menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas dan reputasi perguruan tinggi. Pernyataan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan pesan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI yang menyebut bahwa kekuatan sebuah universitas dibangun melalui kualitas para profesor yang dimilikinya.

Prof. Wan kemudian membagikan pengalaman pribadinya saat menempuh studi doktoral.

Ia mengaku pernah terinspirasi oleh seorang profesor yang memiliki karya monumental di bidang sufisme tasawuf. Ketokohan akademik profesor tersebut mendorongnya memilih melanjutkan studi di perguruan tinggi tempat sang profesor mengajar.

‎Meski tidak sempat bertemu secara langsung karena profesor tersebut sedang menjalankan tugas sebagai visiting professor di luar negeri, pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam bahwa seorang guru besar mampu menjadi magnet yang menginspirasi lahirnya akademisi-akademisi baru melalui karya ilmiah dan kepakarannya.

‎"Spirit yang disampaikan Bapak Sekjen hendaknya menjadi perekat semangat bagi seluruh guru besar di UIN Raden Intan Lampung untuk terus memperkuat posisi akademik dan meningkatkan kapasitas keilmuan agar memberikan dampak," katanya.

‎Rektor menilai, dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh lingkungan kampus, tetapi juga oleh masyarakat melalui berbagai bentuk kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, maupun berbagai institusi lainnya.

‎Karena itu, ia mengingatkan bahwa jabatan profesor bukanlah akhir perjalanan akademik.

‎"Kesuksesan yang telah dicapai hari ini bukanlah titik akhir. Masih banyak pengabdian dan partisipasi yang menanti para guru besar, baik di dunia pendidikan, lembaga sosial kemasyarakatan, dunia usaha, maupun sektor-sektor lainnya," ujarnya.

‎Ia menggarisbawahi, kepakaran seorang profesor akan memiliki makna lebih besar apabila mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

‎"Profesor tidak hanya dibatasi oleh pagar kampus UIN Raden Intan Lampung. Kebermaknaan dan kemanfaatan keilmuan akan semakin terasa apabila berdampak secara nyata di tengah kehidupan masyarakat," tegasnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menitipkan sumber daya manusia UIN Raden Intan Lampung, khususnya para guru besar dengan berbagai bidang kepakaran, kepada pemerintah daerah agar dapat dilibatkan dalam mendukung infrastruktur dan pengembangan di Provinsi Lampung.

‎"Kepakaran yang dimiliki para guru besar ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat dan infrastruktur dan pengembangan daerah," katanya.

‎Selain menekankan pentingnya pengabdian, Rektor juga mengajak para dosen yang telah memenuhi persyaratan administratif untuk segera mengajukan usulan guru besar.

Menurutnya, percepatan penambahan profesor merupakan salah satu agenda strategis UIN RIL dalam memperkuat kualitas akademik.

‎Ia mengungkapkan, saat asesmen lapangan akreditasi perguruan tinggi dua tahun lalu, jumlah guru besar UIN RIL masih 39 orang.

Kini jumlah tersebut telah meningkat menjadi sekitar 58 guru besar. Meski demikian, berdasarkan arahan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), jumlah ideal guru besar di UIN RIL mencapai sekitar 80 orang.

"Mari kita dorong kolega-kolega kita untuk terus berbenah dan mempersiapkan seluruh persyaratan agar proses pengajuan guru besar dapat segera dilakukan," ajaknya.

‎Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada Senat UIN RIL beserta seluruh unit yang telah mengawal proses pengusulan guru besar hingga lahirnya 16 profesor baru.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur di lingkungan UIN RIL.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari