BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
di perlintasan kereta api tanpa penjagaan di Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (25/7/2026) malam.
Sebuah Toyota Agya merah bernomor polisi BE 1353 ANX tertabrak Kereta Api (KA) Kuala Stabas setelah mengalami mati mesin tepat di atas jalur rel.
Kapolsek Natar AKP Setio Budi Howo menjelaskan, insiden terjadi sekitar pukul 18.58 WIB di KM 21+3/4 Perlintasan Jalan Serbajadi 2.
Mobil yang dikemudikan Taftian Gunawan, warga Desa Tulus Rejo, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur, awalnya melintas setelah pengemudi melihat posisi kereta masih cukup jauh.
Namun, saat kendaraan berada di tengah perlintasan, mesin mobil mendadak mati. Taftian bersama penumpangnya, Konita Anggiyana (23), sempat keluar dari mobil dan berupaya mendorong kendaraan agar segera menjauh dari jalur kereta.
Sayangnya, usaha tersebut tidak membuahkan hasil karena mobil tidak kunjung bergerak, sementara KA Kuala Stabas semakin mendekat.
Dalam kondisi tersebut, Taftian justru kembali masuk ke dalam kabin untuk mencoba menghidupkan mesin mobil.
Upaya itu kembali gagal hingga kereta tiba di lokasi. Konita yang tetap berada di luar kendaraan berusaha membantu mendorong mobil, sedangkan Taftian tidak sempat menyelamatkan diri sebelum Toyota Agya dihantam kereta.
Kanit Reskrim Polsek Natar Ipda Adek Suci Pebrianto menjelaskan, benturan tersebut menyebabkan Taftian mengalami luka serius berupa patah tulang tangan kanan. Sementara Konita berhasil menyelamatkan diri.
"Sopir tetap berada di dalam mobil hingga mengalami luka-luka sampai patah tangan kanannya ditabrak kereta api. Penumpang keluar untuk mendorong," ujar Adek, dilansir Kompascom, Senin (27/7/2026).
Benturan keras membuat Toyota Agya terpental sekitar 30 meter hingga menghantam pagar rumah warga bernama Rio dan menyebabkan pagar tersebut roboh.
Serpihan serta hempasan kendaraan juga merusak dua mobil yang sedang terparkir, yakni Mitsubishi Pajero BE 1484 PD dan Toyota Hilux B 9427 SBG. Polisi memastikan kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.