BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Penemuan kerangka manusia tanpa tengkorak kepala di pesisir Pantai Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, menggegerkan warga setempat. Polisi menduga korban telah meninggal dunia cukup lama akibat tenggelam, meski penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.
Kerangka tersebut ditemukan warga pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, seorang warga yang tengah mencari barang bekas di sepanjang bibir pantai mencium aroma busuk yang menyengat dari arah tumpukan pasir.
Merasa curiga, saksi mendekati sumber bau dan melihat celana berwarna biru yang sebagian tertimbun pasir. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata celana tersebut masih melekat pada kerangka manusia yang kondisinya telah membusuk hingga hanya menyisakan tulang-belulang. Yang mengejutkan, tengkorak kepala korban tidak ditemukan di lokasi.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Dusun dan Kepala Desa Legundi. Informasi itu diteruskan ke Polsek Penengahan yang langsung mendatangi lokasi bersama personel TNI dan tim medis dari Puskesmas Ketapang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta proses evakuasi.
Kasatreskrim Polres Lampung Selatan, AKP Stefanus Boyoh, mengungkapkan hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada sisa kerangka korban.
"Kerangka manusia ditemukan di pinggir pantai dalam kondisi sudah tinggal tulang-belulang dan sebagian tertutup pasir. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada sisa kerangka jenazah," kata Stefanus, Minggu (19/7/2026).
Ia menjelaskan, saat ditemukan korban masih mengenakan celana antiair berwarna biru dan kaus hitam. Namun, petugas tidak menemukan identitas maupun barang berharga di sekitar lokasi penemuan. Selain itu, bagian tengkorak kepala korban juga tidak ditemukan.
Menurut Stefanus, kondisi jasad yang telah menjadi kerangka menunjukkan korban diperkirakan sudah meninggal cukup lama. Berdasarkan analisis awal di lokasi, polisi menduga korban meninggal akibat tenggelam, meski penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik di RSUD Bob Bazar Kalianda.
"Dugaan awal korban meninggal akibat tenggelam. Namun untuk memastikan penyebab kematian maupun identitas korban, kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik," ujarnya.
Saat ini Satreskrim Polres Lampung Selatan bersama Tim Inafis masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban. Polisi juga menghimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dan memiliki ciri-ciri pakaian seperti yang ditemukan agar segera melapor ke Polres Lampung Selatan guna membantu proses identifikasi.
"Kami menghimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melapor ke kepolisian. Tim masih bekerja untuk memastikan identitas korban," tutup Stefanus.