BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
TANGGERANG- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus memperkuat komitmen nyata dalam mendongkrak kualitas serta daya saing generasi muda nasional. Langkah strategis ini direalisasikan melalui Program Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK Tahun 2026.
Dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK Tahun 2026 Tahap II yang digelar di Tangerang Selatan, belum lama ini tercatat sebanyak 394 SMK resmi ditetapkan sebagai penerima bantuan program tersebut.
Sekolah-sekolah penerima bantuan ini diproyeksikan untuk menjadi fasilitator utama bagi para murid dalam meraih sertifikasi keahlian profesional resmi.
Sertifikasi ini berfungsi sebagai standar baku bagi para lulusan untuk menembus dunia industri, baik di skala nasional maupun persaingan global.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang hadir langsung dalam agenda tersebut menggarisbawahi bahwa pemerintah memberikan perhatian penuh pada penguatan kompetensi nyata peserta didik.
Menurutnya, layanan pendidikan bermutu harus dirasakan secara merata dan menyeluruh.
"SMK yang mendapatkan program ini menjadi langkah awal kita bersama dalam mendorong layanan pendidikan bermutu untuk semua. Ciptakan generasi Indonesia hebat yang berkompetensi mantap, tidak hanya pada kemampuan teknis kejuruan (hard skills), tetapi juga penguasaan soft skills yang kuat," ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam pidatonya.
Menteri Abdul Mu’ti menguraikan, pihak sekolah wajib responsif dalam mengembangkan soft skills murid yang mencakup formula 4C, yaitu, Critical Thinking (Berpikir Kritis), Collaboration (Kolaborasi/Kerja Sama), Creativity (Kreativitas) dan Communication (Komunikasi).
Kombinasi aspek tersebut dinilai akan merangsang kecerdasan emosional (emotional intelligence) murid yang memegang peranan tak kalah penting dalam meniti tangga karier dunia kerja.
"Melalui kepemilikan sertifikat kompetensi ini, para murid akan memiliki nilai tambah (value) yang jauh lebih tinggi di mata industri. Inilah jembatan konkret dari Kemendikdasmen untuk melahirkan lulusan SMK yang jauh lebih kompetitif," pesan Abdul Mu’ti.
Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menuturkan lebih lanjut bahwa kompetensi masa depan akan kian dinamis sehingga memerlukan persiapan yang matang melalui keterampilan berkelanjutan.
Sebagai gerbang utama yang mengantarkan peserta didik menuju kemandirian ekonomi, SMK dituntut harus jeli melihat relevansi kebutuhan nyata dari pasar kerja di masa depan.
"Dunia luar berubah sangat cepat. Ruang tersebut harus diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang memenuhi kriteria pasar kerja masa depan. Dengan adanya sertifikasi keahlian ini, lulusan SMK dipastikan jauh lebih siap bertarung di dunia kerja karena kompetensi mereka telah diakui secara profesional dan legal," ungkap Dirjen Tatang.
Lebih lanjut, Tatang memaparkan bahwa penyiapan SDM yang mumpuni ini dieksekusi melalui skema sertifikasi yang berkolaborasi penuh dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai dengan bidang keahlian profesi masing-masing.
Sinergi yang erat antara lembaga sertifikasi dengan pihak industri menjadi jaminan mutlak agar seluruh proses uji kompetensi yang berjalan tetap berada dalam koridor kebutuhan riil pasar kerja komersial.