BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di beragam wilayah Kota Bandar Lampung.
Dalam 10 hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung telah menyalurkan sekitar 200 ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, menjelaskan distribusi air bersih saat ini diprioritaskan ke wilayah yang mengalami krisis air, terutama di Kecamatan Panjang dan Sukabumi. Sejauh ini, penyaluran telah dilakukan di Kelurahan Way Laga dan Punduh Pidada.
"Belakangan ini cuaca sudah mengalami kekeringan. Khususnya di wilayah kita, pelayanan difokuskan di Kecamatan Panjang dan Sukabumi. Pendistribusian ini terus kita jalankan setiap harinya," kata Idham, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, BPBD mengoperasikan dua unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter setiap hari.
Armada mulai bergerak sejak pagi hingga sekitar pukul 16.00–17.00 WIB, dengan waktu pelayanan sekitar tiga jam di setiap titik distribusi.
"Dalam satu hari kami menggunakan dua mobil tangki. Operasional dimulai sejak pagi sampai sekitar pukul 16.00 atau 17.00 WIB. Setiap titik distribusi membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam," ujarnya.
Meski distribusi terus dilakukan, BPBD tetap menyiagakan personel selama 24 jam untuk menerima laporan warga yang membutuhkan pasokan air bersih.
Idham menyerukan masyarakat menyampaikan kebutuhan air melalui pamong setempat, seperti ketua RT, RW, lurah, atau aparat kelurahan agar permohonan dapat segera ditindaklanjuti.
"Kalau warga butuh, hubungi saja pamong setempat seperti RT, RW, atau lurah. Nanti pamong yang akan menghubungi BPBD dan kami akan langsung turun," jelasnya.
Untuk mempercepat proses penyaluran, warga juga diminta menyiapkan tempat penampungan berkapasitas besar seperti drum atau toren sebelum mobil tangki tiba di lokasi.
BPBD turut mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau.
"Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi seluruh warga, terutama di wilayah yang mulai mengalami kesulitan air," tutupnya. (*)