Thursday, 13 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Kemarau Makin Panjang, BPBD Bandar Lampung Suplai 100 Ribu Liter Air Bersih Sehari

13 August 2026 16:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Kemarau Makin Panjang, BPBD Bandar Lampung Suplai 100 Ribu Liter Air Bersih Sehari
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

berlangsung hingga pertengahan Agustus 2026 mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan air bersih bagi sebagian masyarakat Kota Bandar Lampung.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung terus meningkat.

Bahkan, dalam sehari BPBD dapat menyalurkan hingga 100 ribu liter air bersih ke beberapa wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Pendistribusian air bersih dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap warga yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari, terutama di wilayah yang sumber airnya mengalami penurunan akibat kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, menuturkan peningkatan permintaan air bersih mulai terlihat seiring semakin panjangnya musim kemarau.

"Memasuki pertengahan Agustus, permintaan air bersih terus meningkat. Kami berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat dengan mendistribusikan air secara bertahap ke wilayah yang terdampak kekeringan,” ujar Idham, Kamis (13/8/2026).

Ia menjelaskan, dua wilayah yang sejak bulan lalu menjadi salah satu sasaran utama distribusi air bersih yakni Kelurahan Way Laga dan Kelurahan Pidada.

Seiring kondisi kemarau yang terus berlangsung, wilayah terdampak juga mulai bertambah. Salah satunya Kelurahan Kaliawi Persada, yang masyarakatnya mulai merasakan kesulitan memperoleh air bersih.

Dengan bertambahnya wilayah terdampak, BPBD melakukan penyesuaian pendistribusian berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.

Menurut Idham, pendistribusian tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat maupun aparat di tingkat kecamatan dan kelurahan.

BPBD juga terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan untuk memastikan bantuan air bersih dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kita terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan serta pamong untuk menentukan titik-titik yang membutuhkan bantuan air bersih,” jelasnya.

Peningkatan distribusi hingga 100 ribu liter air dalam sehari menjadi sinyal bahwa kebutuhan air bersih masyarakat mulai meningkat di tengah musim kemarau.

"Tidak menutup kemungkinan adanya penambahan titik distribusi apabila kondisi kekeringan meluas dan laporan masyarakat terus bertambah, " katanya.

Distribusi air bersih tersebut menjadi penting karena air tidak hanya dibutuhkan untuk kebutuhan minum dan memasak, tetapi juga untuk keperluan rumah tangga sehari-hari.

Idham menuturkan, selama musim kemarau masih berlangsung, pihaknya akan berupaya menjaga pelayanan distribusi air bersih agar tetap berjalan. Namun, distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kemampuan armada yang tersedia.

Ia juga meminta masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan untuk menggunakan air secara bijak. Masyarakat diminta mengutamakan penggunaan air untuk kebutuhan yang paling penting dan menghindari pemborosan.

"Kami meminta masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan segera berkoordinasi dengan pamong setempat apabila mengalami kesulitan air bersih. BPBD akan terus melakukan pendistribusian sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang ada,” tegasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari