Tuesday, 14 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Jual Pertalite Eceran Berujung Petaka, Rumah dan Warung di Tanggamus Ludes Terbakar

14 July 2026 09:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Jual Pertalite Eceran Berujung Petaka, Rumah dan Warung di Tanggamus Ludes Terbakar
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kotaagung, Makmun (61) tak lagi bisa melihat rumah yang selama puluhan tahun ia bangun dengan jerih payah. Hampir seluruh tubuhnya dibalut perban akibat luka bakar yang mencapai sekitar 85 persen.

Di ruang yang sama, istrinya, Sumini (55), menahan nyeri dengan luka bakar di sebagian tubuhnya. Dalam sekejap, pasangan suami istri itu kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, dan hampir seluruh harta benda yang selama ini menjadi sandaran hidup mereka.

Senin petang, 13 Juli 2026, menjadi hari yang tak akan pernah mereka lupakan. Rumah yang berdiri di Dusun Madang Atas, Pekon Kusa, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, bukan sekadar tempat berteduh.

Bagian depannya difungsikan sebagai warung sembako, tempat warga membeli kebutuhan sehari-hari. Di sana pula Makmun menjual Pertalite eceran untuk menambah penghasilan keluarga.

Namun menjelang matahari tenggelam, sekitar pukul 17.20 WIB, rutinitas yang telah berkali-kali dilakukan itu berubah menjadi bencana.

Menurut hasil identifikasi awal Polsek Kotaagung, Makmun sedang memindahkan Pertalite dari tangki mobil pribadinya ke dalam jeriken. Saat proses berlangsung, diduga muncul percikan akibat arus pendek listrik dari kios yang menyatu dengan rumah.

Percikan kecil itu cukup untuk mengubah sore yang tenang menjadi lautan api.

Uap Pertalite yang mudah terbakar langsung menyambar. Dalam kepanikan, sebagian bahan bakar tumpah ke lantai. Api seketika membungkus tubuh Makmun, lalu merambat cepat ke seluruh bangunan.

Dari dalam rumah, Sumini spontan berteriak meminta pertolongan. Teriakannya memecah keheningan Dusun Madang Atas. Warga berdatangan dengan ember, gayung, dan peralatan seadanya.

Sebagian berusaha memadamkan api, sebagian lain mengevakuasi korban, sementara yang lainnya menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Tak lama kemudian, personel Polsek Kotaagung tiba di lokasi. Bersama warga, mereka mengevakuasi Makmun dan Sumini yang masih dalam keadaan sadar menuju RSUD Batin Mangunang.

Kapolsek Kotaagung AKP Feriyantoni menuturkan, rumah yang terbakar merupakan milik Makmun dan bagian depannya digunakan sebagai warung sembako.

Petugas pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tanggamus mengerahkan dua unit mobil pemadam serta satu unit mobil suplai air. Bantuan juga datang dari Yon TP 945/PPC yang mengirimkan dua unit mobil pemadam beserta satu peleton personel TNI.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, saat asap mulai menipis, yang tersisa hanyalah puing-puing bangunan yang menghitam.

Warung yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga ikut musnah. Stok sembako, BBM eceran, tabung gas elpiji, satu unit mobil, satu sepeda motor, hingga seluruh isi rumah tak dapat diselamatkan.

Polisi memperkirakan nilai kerugian material mencapai sekitar Rp1 miliar.

Di tengah kepedihan itu, keluarga terus berdatangan ke rumah sakit.

Di tengah musibah yang menimpa keluarga itu, perhatian juga tertuju kepada anak sulung Makmun, Monita, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran. Dari tempatnya bertugas, kabar rumah orang tuanya yang hangus terbakar dan kedua orang tuanya mengalami luka bakar menjadi pukulan yang tak pernah ia bayangkan.

Musibah yang datang hanya dalam hitungan menit itu tidak hanya meluluhlantakkan rumah dan warung yang menjadi sumber penghidupan keluarga, tetapi juga menyisakan duka mendalam bagi anak-anak dan keluarga besar Makmun.

Kini, harapan mereka tertuju pada kesembuhan kedua orang tua mereka, sembari menata kembali kehidupan yang berubah drastis akibat kebakaran tersebut.

Kapolsek Feriyantoni menjelaskan hasil identifikasi sementara mengarah pada dugaan arus pendek listrik yang menyambar uap Pertalite saat dipindahkan ke dalam jeriken.

Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa bahan bakar minyak memiliki tingkat penguapan tinggi dan sangat mudah terbakar. Sedikit percikan listrik saja dapat memicu kobaran api besar, terlebih apabila proses pemindahan BBM dilakukan di lingkungan rumah yang menyatu dengan instalasi listrik.

Bagi warga Pekon Kusa, kebakaran Senin petang itu mungkin akan segera menjadi kenangan pahit. Namun bagi Makmun dan Sumini, waktu seolah berhenti pada detik ketika percikan api pertama muncul.

Kini mereka tidak hanya berjuang melawan luka bakar yang menggerogoti tubuh, tetapi juga menghadapi kenyataan bahwa rumah yang menjadi tempat membesarkan anak-anak dan mencari nafkah telah berubah menjadi abu.

Di antara puing-puing yang tersisa, harapan keluarga itu kini bergantung pada kesembuhan kedua korban, dukungan sanak saudara, serta uluran tangan masyarakat agar mereka dapat kembali menata kehidupan yang seketika runtuh dalam hitungan menit.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari