Tuesday, 09 June 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

HUT ke-89 Metro, Tokoh Masyarakat Kritik Jalan Rusak hingga Kondisi Ekonomi

09 June 2026 12:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
HUT ke-89 Metro, Tokoh Masyarakat Kritik Jalan Rusak hingga Kondisi Ekonomi
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Metro – Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-89 Kota Metro di Gedung DPRD Kota Metro, Selasa (9/6/2026), menjadi momentum refleksi terhadap berbagai capaian dan tantangan pembangunan daerah yang masih dihadapi daerah tersebut.

Dalam rapat yang dihadiri Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Wakil Wali Kota M. Rafieq Adi Pradana, Forkopimda, serta tokoh masyarakat, kritik terhadap kondisi infrastruktur dan ekonomi masyarakat turut mengemuka.

Tokoh Masyarakat Kota Metro, Nadirsah Hawari, menyampaikan apresiasi atas berbagai kemajuan yang telah dicapai pemerintah daerah, terutama di bidang pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan tata kelola pemerintahan.

Namun, menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup diukur dari banyaknya penghargaan atau capaian administratif. Yang terpenting adalah sejauh mana masyarakat merasakan manfaat pembangunan daerah dalam kehidupan sehari-hari.

"Karena mencintai Kota Metro berarti berani melihat keindahannya sekaligus tidak menutup mata terhadap kekurangan yang ada," kata Nadirsah saat menyampaikan sambutan.

Ia menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang masih menjadi keluhan masyarakat di beragam wilayah. Menurutnya, persoalan jalan rusak, drainase yang belum optimal, serta fasilitas umum yang membutuhkan perbaikan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Nadirsah menilai infrastruktur merupakan bentuk pelayanan yang paling nyata dirasakan masyarakat. Ketika jalan rusak belum tertangani, warga harus menghadapi risiko kecelakaan, meningkatnya biaya transportasi, hingga terganggunya aktivitas sehari-hari.

Selain infrastruktur, ia juga menyinggung kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Banyak pelaku usaha kecil yang masih berjuang mempertahankan usahanya di tengah meningkatnya biaya hidup dan daya beli masyarakat yang belum stabil.

Persoalan lapangan kerja bagi generasi muda juga menjadi perhatian. Sebagai kota pendidikan, Metro setiap tahun melahirkan banyak lulusan baru yang membutuhkan kesempatan kerja dan ruang untuk berkembang.

"Pertumbuhan lapangan kerja harus menjadi perhatian bersama agar mampu mengimbangi jumlah lulusan yang terus bertambah setiap tahun," ujarnya.

Menurut Nadirsah, berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, kenakalan remaja, dan masalah kesehatan masyarakat juga membutuhkan penanganan yang berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pihak.

Ia menekankan bahwa masyarakat tidak menuntut semua persoalan selesai dalam waktu singkat. Namun, yang diharapkan adalah adanya arah pembangunan daerah yang jelas, penetapan prioritas yang tepat, serta keterbukaan pemerintah dalam menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada masyarakat.

Rapat Paripurna HUT ke-89 Kota Metro pun menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah daerah tidak hanya soal capaian dan penghargaan, tetapi juga tentang kemampuan pemerintah menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Di usia ke-89 tahun, Metro diharapkan tidak hanya terus berkembang sebagai kota pendidikan dan jasa, tetapi juga mampu menghadirkan pembangunan daerah yang benar-benar dirasakan hingga ke lingkungan permukiman, pusat ekonomi rakyat, sekolah, fasilitas kesehatan, dan seluruh lapisan masyarakat.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari