Saturday, 05 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Gubernur Mirza Soroti Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan di Lampung

05 September 2026 16:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Gubernur Mirza Soroti Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan di Lampung
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Orang nomor satu di Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti kesenjangan antara akses masyarakat terhadap layanan keuangan dengan pemahaman dalam menggunakannya secara tepat.

Hal tersebut disampaikan Mirza saat menghadiri Lampung Financial Festival 2026 yang digelar di Hotel Novotel Lampung, Sabtu (5/9/2026).

Ia menyebut, berdasarkan data yang dipaparkan dalam aktivitas tersebut, indeks inklusi keuangan di Provinsi Lampung telah mencapai 90,94 persen. Namun, tingkat literasi keuangan masyarakat masih berada di angka sekitar 52 persen.

"Artinya akses masyarakat mendapatkan akses keuangan digital jauh lebih mudah dibandingkan pengetahuan mereka dalam menggunakan literasi keuangan," kata Mirza.

Menurutnya, kesenjangan tersebut menjadi tantangan yang harus segera diatasi, terutama karena generasi muda saat ini semakin dekat dengan layanan keuangan digital.

Mirza mengungkapkan, generasi Z dan post-generasi Z di Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi daerah di masa mendatang. Namun, potensi tersebut harus dibarengi dengan kemampuan mengambil keputusan keuangan yang tepat.

"Generasi muda inilah, Gen Z dan Post Gen Z, yang akan kita ciptakan untuk menjadi kekuatan ekonomi Provinsi Lampung ke depan," ujarnya.

Ia menilai, literasi keuangan menjadi salah satu keterampilan penting yang wajib dimiliki generasi muda. Terlebih, hampir seluruh aktivitas ekonomi saat ini bersentuhan dengan sektor keuangan.

Mulai dari pengelolaan keuangan keluarga, kebutuhan modal petani, pengembangan UMKM, investasi, hingga pengelolaan keuangan pemerintah.

"Keuangan ini adalah salah satu sektor yang sangat penting dalam sendi-sendi kehidupan kita," katanya.

Mirza juga mengungkapkan bahwa Lampung memiliki potensi ekonomi yang besar karena ditopang berbagai komoditas unggulan. Di antaranya padi, jagung, singkong, nanas, pisang, lada, tebu, kopi, karet, kelapa, kakao hingga komoditas peternakan dan perikanan.

Menurutnya, potensi sumber daya alam tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan.

Ia mengungkapkan, terdapat beragam hal yang perlu dipadukan untuk membangun kekuatan ekonomi Lampung, yakni pengetahuan mengenai komoditas, bonus demografi, akses digital, serta literasi keuangan.

"Ketika itu semua kita gabungkan, maka kita bukan hanya menjadikan pertumbuhan ekonomi, tapi kita juga akan menciptakan pelaku-pelaku ekonomi Lampung yang unggul dan berdaya saing," ujarnya.

Mirza menambahkan keterangan, pertumbuhan ekonomi Lampung saat ini juga menunjukkan kinerja positif. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung mencapai 5,29 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di Pulau Sumatra.

Ia menginginkan Lampung Financial Festival 2026 dapat menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sektor keuangan, khususnya generasi muda.

"Semoga Lampung Financial Festival ini akan meningkatkan literasi keuangan di anak-anak muda di Provinsi Lampung," kata Mirza.

Sementata, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengingatkan generasi muda agar tidak menginginkan kesuksesan datang secara instan.

Sebab, kata Zulhas, kesuksesan membutuhkan proses panjang, kerja keras, keberanian menghadapi tantangan, serta kemauan untuk terus berusaha.

"Tidak ada kesuksesan tanpa proses. Kaya tiba-tiba itu tidak ada, tanpa melalui proses. Maka rencanakan masa depanmu," kata Zulhas.

Ia kemudian menceritakan pengalaman hidupnya ketika masih kecil dan bersekolah di kampung. Zulhas mengungkapkan, kondisi kehidupan saat itu jauh berbeda dengan sekarang. Fasilitas seperti listrik dan infrastruktur jalan masih terbatas.

"Saya dulu sekolah dasar jalan kaki pulang pergi, sekitar enam kilometer. Mau makan, cari ikan di laut," ujarnya.

Menurut Zulhas, berbagai keterbatasan yang dialaminya sejak kecil justru menjadi proses yang membentuk keberanian dan mental untuk bekerja keras.

Ia mengungkapkan, generasi muda saat ini memiliki kesempatan yang jauh lebih besar karena didukung kemajuan teknologi dan akses informasi yang semakin mudah.

Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan, keberanian, dan kemauan untuk bekerja keras.

"Jadi masih berani, kerja keras. Saya dididik untuk apa pun mesti bekerja, mesti berusaha," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu mengungkapkan, tingkat pengetahuan masyarakat Lampung mengenai LPS masih berada di bawah rata-rata nasional.

Berdasarkan survei, pengetahuan masyarakat Lampung mengenai LPS berada di angka 58,8 persen, sementara secara nasional mencapai sekitar 62 persen.

LPS menargetkan sedikitnya 60 persen audiens Lampung Financial Festival 2026 berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Festival yang berlangsung pada 5-6 September 2026 tersebut menghadirkan rangkaian edukasi, talkshow dan hiburan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan serta fungsi dan peran LPS.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari