Friday, 28 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Gelombang hingga 4 Meter Mengintai Perairan Lampung, Nelayan Diminta Waspada

28 August 2026 17:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Gelombang hingga 4 Meter Mengintai Perairan Lampung, Nelayan Diminta Waspada
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

4 meter di sebagian perairan Lampung dalam beberapa hari ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Panjang memprakirakan kondisi tersebut berlangsung mulai Jumat (28/8/2026) pukul 07.00 WIB hingga Senin (31/8/2026) pukul 07.00 WIB.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Panjang, Tarjono, menjelaskan kondisi laut dipengaruhi pola angin dari timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 2-25 knot. Angin dengan kecepatan paling tinggi terpantau di sebagian wilayah perairan Lampung.

"Angin bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 25 knot," ujar Tarjono, Jumat (28/8/2026).

Wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan Lampung, serta perairan selatan Teluk Lampung. Kondisi angin tersebut dapat memicu peningkatan tinggi gelombang hingga mencapai 4 meter.

Mengacu pada peringatan dini BMKG Nomor B/ME.01.02/PDGT/27/KLMP/VIII/2026, gelombang sedang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Teluk Lampung bagian utara dan selatan. Sementara gelombang yang lebih tinggi, yakni 2,5-4 meter, diprakirakan muncul di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung.

Tarjono meminta nelayan, operator transportasi laut, maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir untuk mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan perjalanan. Keselamatan pelayaran, kata dia, harus menjadi pertimbangan utama.

"Seluruh pihak yang beraktivitas di pesisir dan wilayah perairan kami sarankan menaruh perhatian ekstra terhadap keselamatan pelayaran," katanya.

BMKG juga memberikan sebagian parameter keselamatan bagi pengguna transportasi laut. Perahu nelayan perlu mewaspadai kondisi ketika angin mencapai 15 knot dengan gelombang 1,25 meter. Untuk kapal tongkang, kondisi berisiko terjadi saat angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter.

Sedangkan kapal feri atau Ro-Ro memiliki tingkat risiko yang perlu diperhatikan ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Tarjono mengingatkan kondisi laut dapat berubah sewaktu-waktu sehingga informasi cuaca perlu terus diperbarui. Masyarakat dan pelaku usaha maritim disarankan mengecek informasi resmi BMKG sebelum menentukan waktu keberangkatan.

"Kami menyerukan masyarakat dan para pelaku usaha maritim untuk terus memperbarui informasi cuaca laut melalui kanal komunikasi resmi BMKG Maritim Lampung sebelum memutuskan berlayar," pungkasnya.

Dengan adanya potensi gelombang hingga 4 meter tersebut, nelayan dan pengguna jasa penyeberangan di Lampung diharapkan tidak mengabaikan perkembangan cuaca serta selalu mengutamakan keselamatan selama berada di wilayah perairan. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari