BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mulai menyalurkan bantuan pangan (Bapang) berupa beras kepada 96.919 penerima manfaat (PM).
Jumlah penerima bantuan pangan tahap kedua dari pemerintah pusat tersebut mengalami penurunan dibandingkan penyaluran tahap sebelumnya yang mencapai lebih dari 105.000 penerima.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ayu Kumala Dewi, menjelaskan penurunan tersebut terjadi karena adanya perubahan kebijakan pemerintah pusat terkait kriteria penerima bantuan.
Pada penyaluran tahap kedua, bantuan pangan hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk dalam Desil 1 hingga Desil 4. Sementara pada tahap sebelumnya, penerima bantuan masih mencakup masyarakat hingga Desil 6.
"Untuk tahap kedua ini memang ada perubahan data. Sekarang yang masuk hanya Desil 1 sampai Desil 4," jelas Ayu, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, perubahan kriteria tersebut membuat jumlah penerima bantuan di Kota Bandar Lampung berkurang menjadi 96.919 PM.
Selain memperketat kriteria, mekanisme penggantian penerima juga kini dilakukan secara ketat.
Jika sebelumnya, terdapat nama penerima yang tidak memenuhi kriteria, penggantian harus tetap mencari warga yang masuk Desil 1 hingga Desil 4.
"Tapi kalau sekarang ini, jika memang sudah dicari dan tidak ada penggantinya yang sesuai, berasnya dikembalikan ke negara," ujarnya.
Berbeda dengan penyaluran tahap pertama yang sempat mencakup bantuan minyak goreng, Bapang tahap kedua kali ini hanya berupa beras.
"Setiap penerima mendapatkan alokasi bantuan untuk tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September, dengan total 30 kilogram beras per kepala keluarga, " ungkap Ayu.
Di tengah penyaluran bantuan tersebut, Pemkot Bandar Lampung juga memastikan ketersediaan pangan daerah tetap terjaga, terutama menghadapi musim kemarau yang berpotensi memengaruhi produksi sebagian komoditas.
Dinas Pangan bersama Bulog juga mendorong keberadaan kios pangan rekomendasi di luar pasar untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Langkah tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga pasokan sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga beras.
Menurutnya, pasokan pangan untuk Kota Bandar Lampung sejauh ini masih relatif aman karena mendapatkan dukungan dari sebagian daerah penyangga.
Wilayah tersebut di antaranya Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran, dan Metro yang menjadi sumber pasokan beras maupun komoditas sayur-mayur.
"Untuk ketersediaan pangan kita masih aman karena ada daerah penyangga yang memasok kebutuhan Kota Bandar Lampung," katanya.
Dengan penyaluran Bapang dan penguatan distribusi SPHP, Pemkot Bandar Lampung mengharapkan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya kelompok penerima bantuan, tetap terpenuhi di tengah perubahan kebijakan penerima manfaat dan kondisi musim kemarau. (*)