BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
berambisi menghadirkan program Sekolah Rakyat di wilayahnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.
Namun, keinginan tersebut masih terbentur persoalan klasik kota besar, yakni keterbatasan lahan. Program Sekolah Rakyat membutuhkan lahan yang cukup luas, sementara ketersediaan tanah di wilayah perkotaan Bandar Lampung relatif terbatas.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyebutkan, Pemkot menyambut baik program pendidikan yang menjadi bagian dari kebijakan pemerintah pusat tersebut. Ia mengharapkan Bandar Lampung mendapat kesempatan untuk turut menjalankan Sekolah Rakyat.
Hal itu disampaikan Eva Dwiana usai mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026).
"Kita doakan, siapa tahu Kota Bandar Lampung walaupun wilayahnya tidak besar, bisa juga buat Sekolah Rakyat. Harapan kita," ujar Eva.
Menurut Eva, salah satu kendala utama untuk merealisasikan program tersebut adalah kebutuhan lahan yang mencapai sekitar tujuh hektare. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kota karena lahan di kawasan perkotaan cukup terbatas.
Meski demikian, Pemkot Bandar Lampung tidak ingin keterbatasan tersebut menghentikan upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Berbagai program pendidikan daerah terus dijalankan, salah satunya program Bina Lingkungan (Biling) untuk jenjang SD dan SMP yang memberikan dukungan fasilitas pendidikan kepada peserta didik.
Eva menggarisbawahi, mengisi kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui infrastruktur dan pengembangan fisik, tetapi juga dengan memastikan generasi muda memperoleh akses pendidikan yang baik.
"Perjuangan sudah memberikan kemerdekaan yang luar biasa. Tinggal kita-kita ini yang mengisi semua fungsinya masing-masing," katanya.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah akan terus mencari peluang agar program Sekolah Rakyat dapat diterapkan di Bandar Lampung, meskipun harus menghadapi keterbatasan wilayah.
Di sisi lain, Eva juga menyambut baik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini telah berjalan di berbagai daerah. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung kualitas kesehatan dan pendidikan generasi muda.
"Insyaallah, yakin. Bismillah," ucapnya.
Eva mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat maupun berbagai pihak dapat membuka peluang bagi Bandar Lampung untuk ikut menjalankan program Sekolah Rakyat.
Ia menggarisbawahi, Pemkot Bandar Lampung akan terus mendorong berbagai program pendidikan sebagai bentuk nyata mengisi kemerdekaan sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas.
"Harapan kita, program pendidikan terus diperkuat sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan generasi muda," tandas Eva.