Tuesday, 22 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

El Nino Sangat Kuat, BMKG Prediksi Musim Hujan Lebih Singkat

22 September 2026 18:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
El Nino Sangat Kuat, BMKG Prediksi Musim Hujan Lebih Singkat
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia datang lebih lambat dibandingkan kondisi normal. Kondisi ini dipengaruhi El Niño dengan intensitas sangat kuat yang diperkuat fenomena Indian Ocean Dipole (IOD).

BMKG mencatat sebanyak 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami kemunduran awal musim hujan. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, kombinasi El Niño dan IOD berpotensi memperpanjang periode kekeringan di sebagian wilayah sehingga musim hujan berlangsung lebih singkat dari kondisi normal.

"Kombinasi fenomena El Nino dan IOD (Indian Ocean Dipole) yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat," ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani pada konferensi pers 'Prediksi Musim Hujan' di gedung MHEWS BMKG, Jakarta, seperti dilihat pada siaran pers BMKG, pada Selasa (22/9/2026).

Sebanyak 185 ZOM atau 24,66 persen wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan 266 ZOM atau 17,31 persen lainnya baru memasuki musim hujan pada Desember 2026. Sebagian wilayah Lampung termasuk daerah yang diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember.

Kondisi tersebut sejalan dengan pemantauan BMKG yang menunjukkan sebagian besar Lampung masih berada dalam periode musim kemarau pada September 2026. BMKG sebelumnya mencatat sekitar 81 persen ZOM di Indonesia masih mengalami musim kemarau pada awal September, dengan Lampung termasuk wilayah yang mengalami kondisi tersebut.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan awal musim hujan di Indonesia terjadi tidak bersamaan. Sebagian besar wilayah baru akan mengawali musim hujan pada November 2026 (185 ZOM/24,66% wilayah) dan Desember 2026 (266 ZOM/17,31% wilayah).

"Meski diprediksi lebih singkat, musim hujan 2026/2027 umumnya bersifat normal pada 510 ZOM (69,76% luas daratan Indonesia). Perlu menjadi perhatian bagi 147 ZOM (18,55% luas daratan Indonesia) karena sifatnya hujannya lebih basah serta hanya 42 ZOM (11,69%) diprediksi akan bersifat bawah normal atau lebih kering," tambah Ardhasena.

Untuk puncak musim hujan, BMKG memprediksi waktunya berbeda-beda antarwilayah. Lampung bagian utara diperkirakan mengalami puncak hujan pada Januari 2027, sedangkan Lampung bagian tengah diprediksi mencapai puncaknya pada Februari 2027. Secara nasional, puncak musim hujan paling banyak diperkirakan terjadi pada Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027.

BMKG juga memperkirakan musim hujan 2026/2027 akan memiliki durasi lebih pendek dari kondisi normal di 482 ZOM atau mencakup 51,90 persen luas daratan Indonesia. Meski demikian, sifat hujan pada 510 ZOM atau 69,76 persen wilayah diprediksi berada pada kategori normal. BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terkait ketersediaan air dan sektor pangan, sembari terus mengikuti pembaruan informasi cuaca dan iklim.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari