Thursday, 18 June 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

DWP UIN RIL Gelar Kajian Peran Istri dalam Mendampingi Tugas Suami

18 June 2026 20:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
DWP UIN RIL Gelar Kajian Peran Istri dalam Mendampingi Tugas Suami
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menggelar Kajian dan Motivasi bertema Peran Istri dalam Mendampingi Tugas dan Tanggung Jawab Suami sebagai Wujud Pengabdian kepada Keluarga, Masyarakat, dan Bangsa di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic and Research Center UIN, Rabu (17/6/2026).

acara ini menghadirkan Herma Zusti, M.Ag., Penyuluh Agama Islam sekaligus pengisi kajian Majelis Taklim dan Trainer Magnet Rezeki (CT MR). Meskipun narasumber mengikuti acara secara daring dari lokasi yang berbeda, hal itu tidak mengurangi antusiasme para pengurus dan anggota DWP UIN RIL yang mengikuti kajian secara terpusat di Ruang Teater.

Ketua DWP UIN RIL, Maftuchah Wan Jamaluddin, yang diwakili oleh Rahmawati Andi Thahir saat menyampaikan sambutan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pertemuan rutin Dharma Wanita tersebut.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini kita diberi kesempatan dan waktu untuk hadir pada pertemuan rutin Dharma Wanita UIN Raden Intan Lampung. Alhamdulillah juga pada siang hari ini kita mendapatkan kajian dan motivasi dari Ibu Hajah Herma Zusti, M.Ag., dengan tema peranan istri dalam mendampingi tugas suami,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh anggota DWP untuk menjadikan acara tersebut sebagai sarana belajar bersama dalam mendampingi suami menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Herma Zusti menjelaskan bahwa keberhasilan seorang suami tidak hanya ditentukan oleh kerja keras dan usahanya sendiri. Menurutnya, terdapat peran besar seorang istri yang menjadi tempat pulang, tempat berbagi keluh kesah, sekaligus sistem pendukung dan teman hidup terbaik bagi suami.

"Banyak orang berpikir bahwa keberhasilan seorang suami murni berasal dari kerja kerasnya. Padahal di balik perjuangan seorang suami ada tempat ia pulang, mencurahkan segala keluh kesah, support system, dan teman hidup terbaik, yaitu seorang istri,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat korelasi antara keberhasilan suami dan peran istri sebagai penjaga energi positif dalam rumah tangga. Rumah, menurutnya, menjadi tempat suami mengisi kembali tenaga dan semangat setelah menghadapi berbagai tantangan di luar.

Ketika istri menyambut suami dengan wajah cerah, ucapan yang baik, dan suasana yang menyenangkan, maka hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga energi positif dalam keluarga.

Herma menekankan pentingnya menjaga energi positif karena energi tersebut berkaitan dengan datangnya rezeki. Ia menuturkan bahwa terkadang yang dibutuhkan seorang suami bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan penghargaan dan dukungan dari pasangan.

“Dalam ilmu magnet rezeki, energi positif adalah kunci. Karena itu, kita perlu terus memancarkan energi positif setiap hari,” ujarnya.Ia juga mengingatkan bahwa posisi istri adalah sebagai mitra, bukan penuntut. Dalam kehidupan rumah tangga, suami dan istri saling melengkapi serta menutupi kekurangan masing-masing.

Sebagai landasan, ia mengutip QS Al-Baqarah ayat 187 yang menyebutkan bahwa suami dan istri adalah pakaian bagi satu sama lain.

“Pakaian berfungsi menutupi kekurangan, memberikan kenyamanan, dan perlindungan. Kesuksesan seseorang sering lahir dari ketenangan yang diberikan pasangannya,” jelasnya.

Selain itu, Herma menyampaikan bahwa doa seorang istri merupakan investasi jangka panjang bagi keluarga. Menurutnya, doa merupakan bentuk keyakinan kepada Allah, dan setiap ucapan yang keluar dari lisan seorang istri dapat menjadi doa bagi suaminya.

“Kalau semua ucapan yang keluar dari lisan istri menjadi doa untuk suami, maka tidak hanya ucapannya yang baik yang diberikan, tetapi juga pikiran dan perlakuannya,” katanya.

Dalam sesi motivasi, Herma juga mengajak peserta untuk merefleksikan bagaimana menjaga energi positif dalam aktivitas sehari-hari yang tidak selalu mudah dijalani. Ia mencontohkan situasi saat membangunkan anak untuk salat Subuh.Menurutnya, pada awalnya seorang ibu mungkin dapat membangunkan anak dengan lembut. Namun ketika harus mengulang berkali-kali, sering kali nada bicara berubah menjadi lebih tinggi dan penuh emosi.

"Nah, di situlah kita perlu menjaga energi kita tetap menjadi energi berlian, bukan energi yang negatif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa energi berlian adalah energi yang memancarkan suasana hati yang menyenangkan dan membahagiakan sehingga mampu menarik rezeki. Sebaliknya, energi yang dipenuhi keluhan, ketidaksenangan, amarah, dan kejengkelan dapat menjadi penghalang datangnya rezeki. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari