BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
menjanjikan. Tanaman yang dibudidayakan di Kecamatan Sukau kini memasuki fase menjelang panen dengan perkembangan umbi yang dinilai memuaskan, membuka peluang daerah tersebut menjadi salah satu sentra baru bawang putih di Provinsi Lampung.
Harapan itu mengemuka saat Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman meninjau lokasi budidaya bawang putih di Kecamatan Sukau, Sabtu (1/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman sekaligus menyiapkan langkah lanjutan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dalam agenda tersebut, Bupati dan Kapolres didampingi para asisten, kepala perangkat daerah, Camat Sukau, para peratin, serta ketua kelompok tani yang terlibat dalam pengembangan komoditas bawang putih di wilayah tersebut.
Lokasi pertama yang dikunjungi berada di Pekon Bandar Baru, tempat tanaman bawang putih yang ditanam secara serentak pada 15 April 2026 telah memasuki masa menjelang panen. Selanjutnya, rombongan bergerak ke Pekon Tanjung Raya yang akan menjadi lokasi penanaman serentak berikutnya pada 8 Agustus 2026.
Program pengembangan bawang putih tersebut merupakan kolaborasi antara Polda Lampung dengan para petani di Kabupaten Lampung Barat sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Hingga saat ini, luas lahan budidaya bawang putih telah mencapai sekitar satu hektare yang tersebar di Kecamatan Sukau dan Way Tenong.
Bupati Parosil Mabsus menjelaskan kunjungan tersebut bertujuan memastikan hasil uji coba penanaman bawang putih varietas Sangga Sembalun yang dilakukan sekitar 98 hari lalu di lahan seluas kurang lebih setengah hektare.
Menurut Parosil, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan perkembangan tanaman yang menggembirakan. Umbi bawang putih telah tumbuh dengan ukuran yang sesuai harapan sehingga memberikan optimisme terhadap keberhasilan budidaya komoditas tersebut di Lampung Barat.
"Alhamdulillah hasilnya menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Diameter umbi bawang putih sudah hampir mencapai 4,5 sentimeter. Ini menjadi tanda bahwa budidaya bawang putih di Lampung Barat memiliki prospek yang sangat menjanjikan," ujar Parosil.
Ia menilai keberhasilan uji coba tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan budidaya bawang putih sebagai salah satu komoditas unggulan baru yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Parosil menginginkan panen raya bawang putih yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Agustus 2026 dapat dihadiri Wakapolri. Kehadiran pimpinan Polri itu diharapkan menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan swasembada pangan.
Selain itu, ia menginginkan hasil panen perdana nantinya mampu melampaui target yang telah ditetapkan, baik dari sisi ukuran umbi maupun produktivitas hasil panen. Menurutnya, capaian tersebut akan menjadi pijakan untuk memperluas pengembangan bawang putih di Lampung Barat pada musim tanam berikutnya.
Sementara itu, Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman menggarisbawahi sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan petani merupakan langkah nyata dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
"agenda ini adalah wujud dukungan kita terhadap program ketahanan pangan nasional. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan, kami menginginkan penanaman bawang putih ini dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat," kata Samsu Wirman.
Melihat hasil budidaya yang dinilai berhasil, Polda Lampung melalui Polres Lampung Barat berencana memperluas kemitraan dengan petani. Perluasan dilakukan dengan membuka lahan baru seluas kurang lebih lima hektare di lokasi berbeda yang akan ditanami bawang putih varietas Sangga Sembalun.
Menurut Samsu Wirman, penambahan luas tanam tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi bawang putih di Lampung Barat, memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi para petani. Ia menginginkan pengembangan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mendorong produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*).