BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dua calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak pembangunan daerah Indonesia (SPPI) Tahun 2026.
Peserta atas nama Anisa
Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman
Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni dan telah mendapatkan
penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
"Berdasarkan keterangan medis, yang
bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke," kata Karo
Infohan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait dalam
keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
Sementara itu, peserta bernama Yonanda Muhammad
Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja
mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni.
Taufiq telah mendapatkan penanganan oleh tenaga
kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Rico menuturkan berdasar keterangan medis, yang bersangkutan
dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung).
"Perlu disampaikan bahwa sebelum mengikuti
program, kedua peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang
berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan
untuk mengikuti rangkaian pendidikan," kata Rico.
Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberi
pendampingan kepada keluarga kedua peserta serta memastikan seluruh proses
penanganan digelar sesuai prosedur yang berlaku.
Rico menuturkan Kemhan bersama Panitia Seleksi
Nasional dan penyelenggara pendidikan saat ini melaksanakan evaluasi menyeluruh
terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program, termasuk mekanisme seleksi
kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan
khusus, serta sistem komunikasi dan pelaporan.
Ia menuturkan program SPPI merupakan bagian dari
upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki disiplin,
integritas, kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan semangat pengabdian untuk
mendukung pembangunan daerah nasional melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan
Kampung Nelayan Merah Putih.
"Keikutsertaan peserta dalam program ini
digelar secara sukarela sesuai mekanisme seleksi yang telah ditetapkan,
sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung pembangunan daerah nasional dan penguatan kapasitas
sumber daya manusia Indonesia," katanya.
Kementerian Pertahanan menekankan keselamatan dan
kesehatan peserta merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan program.
"Setiap masukan, evaluasi, dan pembelajaran
dari pelaksanaan aktivitas akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan
agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel," ujarnya.