BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional. Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Assoc. Prof. Dr.Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., CDSP., dipercaya menjadi salah satu Keynote Speaker pada ajang bergengsi 4th Latin American International Conference on Sustainable Engineering and Education (LAICSEE-2026) yang diselenggarakan oleh Institute For Engineering Research And Publication (IFERP) di Lima, Peru, pada 19–20 Juni 2026.
Konferensi internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pakar teknologi dari berbagai negara tersebut menjadi forum strategis dalam membahas isu-isu pembangunan daerah berkelanjutan, inovasi teknologi, serta transformasi pendidikan global.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Darwis mempresentasikan materi berjudul “Leveraging Virtual and Augmented Reality for Green Infrastructure Planning, Education, and Sustainable Development”, yang membahas pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), Mixed Reality (MR), dan Metaverse dalam mendukung perencanaan infrastruktur hijau, pendidikan modern, serta pembangunan daerah berkelanjutan.
Dedi Darwis tampil sejajar dengan beberapa keynote speaker internasional dari Peru, Malaysia, Oman, Iran, Bangladesh, dan berbagai negara lainnya. Kehadiran Dekan FTIK Universitas Teknokrat Indonesia sebagai pembicara utama menunjukkan pengakuan dunia internasional terhadap kompetensi akademik dan inovasi yang dikembangkan kampus tersebut.
Dalam paparannya, Dedi Darwis menyoroti tantangan global berupa perubahan iklim, urbanisasi, dan kebutuhan pembangunan daerah infrastruktur yang ramah lingkungan. Menurutnya, teknologi immersive seperti VR dan AR mampu mempercepat proses perencanaan, simulasi, hingga edukasi terkait pembangunan daerah berkelanjutan dengan biaya yang lebih efisien dan risiko yang lebih rendah.
“Teknologi immersive memungkinkan masyarakat, pemerintah, maupun akademisi untuk melihat, memahami, dan mengevaluasi sebuah proyek sebelum dibangun secara nyata. Ini menjadi langkah penting dalam menciptakan pembangunan daerah yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam presentasinya, Dedi Darwis memaparkan enam implementasi utama teknologi VR dan AR, mulai dari perencanaan ruang hijau perkotaan, simulasi sistem drainase dan bioswale, desain bangunan hijau berbasis BIM, pemantauan koridor ekologis, pelibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah, hingga pendidikan berbasis pengalaman virtual yang lebih interaktif.
Salah satu bagian yang mendapat perhatian peserta konferensi adalah pemaparan mengenai JUARAMETA (Center of Excellence in Metaverse) milik Universitas Teknokrat Indonesia yang menjadi salah satu pusat unggulan metaverse di Indonesia.
Melalui JUARAMETA, Universitas Teknokrat Indonesia telah menghasilkan berbagai inovasi berbasis metaverse dan virtual reality, di antaranya Teknokrat World on Roblox, Museum Lampung Virtual Tour, Metaverse Mall untuk UMKM, Metaschool, Candi Borobudur Virtual Heritage, hingga pelaksanaan sidang skripsi berbasis metaverse yang menjadi pionir di Indonesia.
Dedi Darwis juga menjelaskan bahwa berbagai inovasi tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui edukasi, pelestarian budaya, penguatan ekonomi digital, serta promosi pariwisata daerah.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas pencapaian internasional yang diraih Dedi Darwis.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Dedi Darwis sebagai keynote speaker menjadi bukti bahwa Universitas Teknokrat Indonesia memiliki sumber daya akademik yang mampu bersaing dan berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.
“Keikutsertaan Dr. Dedi Darwis sebagai keynote speaker internasional menunjukkan bahwa inovasi dan penelitian yang dilakukan dosen Universitas Teknokrat Indonesia mendapat pengakuan dunia. Ini menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus berkarya dan menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan global,” ujarnya.
Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Kampus Berdampak yang aktif menghasilkan inovasi dan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat luas. acara ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional seperti LAICSEE-2026, Universitas Teknokrat Indonesia terus memperluas jejaring kolaborasi global serta memperkuat kontribusinya dalam pengembangan teknologi pendidikan dan pembangunan daerah berkelanjutan.
Bagi siswa SMA/SMK yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang teknologi, kecerdasan buatan, metaverse, dan inovasi digital bersama para dosen berprestasi internasional, informasi pendaftaran mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia dapat diakses melalui spmb.teknokrat.ac.id.