Tuesday, 18 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Disebut Prabowo sebagai Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilogram, Susanah Ternyata Karyawan MBG

18 August 2026 16:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Disebut Prabowo sebagai Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilogram, Susanah Ternyata Karyawan MBG
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(38), warga Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendadak menjadi perhatian publik setelah disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR, DPR dan DPD, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai buruh harian yang bekerja mengupas bawang dengan penghasilan sekitar Rp700.000 per kilogram. Pernyataan tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial karena nominal upah yang disebut cukup besar.

Namun, keluarga Susanah memberikan klarifikasi mengenai pekerjaan perempuan tersebut. Menurut keluarga, Susanah bukan bekerja sebagai pengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram, melainkan memiliki pekerjaan utama sebagai penjahit kain lap majun dan juga bekerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kakak ipar Susanah, Wina, menyebutkan Susanah telah sekitar tujuh bulan bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Bojong. Di tempat tersebut, Susanah bertugas sebagai petugas ompreng.

“Di SPPG sudah tujuh bulanan, karena memang belum lama di SPPG daerah Bojong. (Pekerjaan utama) ini, penjahit lap. Suami kuli bangunan. Anaknya ada tiga, yang satu baru lulus, dua masih sekolah,” ujar Wina dikutip dari Kompas.com.

Menurut Wina, pekerjaan menjahit kain lap majun justru menjadi sumber penghasilan utama Susanah. Aktivitas tersebut dilakukan di rumah bersama beragam anggota keluarga.

Saat kediaman Susanah dikunjungi pada Minggu (16/8/2026), tampak mesin jahit dan tumpukan kain majun di bagian depan rumah. beragam anggota keluarga juga terlihat mengerjakan dan merapikan kain tersebut.

Wina secara tegas membantah informasi mengenai upah Rp700.000 per kilogram untuk pekerjaan mengupas bawang.

Ia menjelaskan, angka Rp700 yang berkaitan dengan pekerjaan Susanah merupakan upah menjahit kain lap majun. Susanah dibayar sekitar Rp700 untuk setiap kilogram kain yang berhasil dikerjakan.

Dalam sehari, Susanah disebut mampu menjahit sekitar 20 kilogram kain. Dengan hitungan tersebut, penghasilannya dari pekerjaan menjahit sekitar Rp14.000 per hari.

“Itu tidak benar, gajinya Rp700 ribu per kilogram bawang. Ibu Susanah itu bekerja di MBG dan juga penjahit lap majun dengan harga Rp700 per kilo. Itu tidak benar kalau dia bekerja mengupas bawang dengan harga Rp700 ribu per kilo,” kata Wina.

Klarifikasi tersebut muncul setelah penyebutan nama Susanah dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo memicu perhatian luas masyarakat.

Dalam pidato di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai salah satu warga yang hadir dalam acara kenegaraan.

Prabowo menyebut Susanah sebagai buruh harian pengupas bawang dengan upah sekitar Rp700.000 per kilogram. Presiden juga menyampaikan bahwa keluarga Susanah menerima manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

“Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perbincangan publik. Sebagian warganet mempertanyakan nominal upah yang disebut, hingga akhirnya keluarga Susanah memberikan penjelasan mengenai kondisi sebenarnya.

Klarifikasi juga disampaikan melalui akun Instagram yang mengaku sebagai anak Susanah. Dalam unggahan atau komentar di media sosial, akun tersebut menyebut Susanah sendiri terkejut ketika mendengar dirinya diperkenalkan sebagai pengupas bawang.

“Sorry kak itu ibu saya, beliau juga kaget pas dibilang pengupas bawang, beliau juga sudah klarif pekerjaan sebenarnya,” tulis akun tersebut.

“Mamah saya kerjanya jahit kak bukan kupas bawang,” lanjutnya.

Menurut akun tersebut, Susanah awalnya menerima undangan menghadiri acara kenegaraan karena menganggap kesempatan tersebut sebagai sebuah rezeki.

“Pikiran mamah saya memang rezeki, kebetulan diundang ke sana, makanya mamah saya menerima undangan itu,” ungkapnya.

Susanah diketahui tinggal bersama keluarganya di Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi. Rumahnya berada di kawasan permukiman padat dengan bangunan yang relatif sederhana.

Aktivitas menjahit menjadi bagian dari keseharian keluarga tersebut. Mesin jahit dan tumpukan kain majun terlihat di rumah, menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga.

Susanah memiliki tiga anak. Anak pertamanya baru menyelesaikan pendidikan, sementara dua anak lainnya masih bersekolah.

Sementara itu, suami Susanah sehari-hari bekerja sebagai buruh dan kuli bangunan.

Ketika kediamannya didatangi pada Minggu, Susanah belum berada di rumah karena masih berada di Jakarta bersama suaminya. Ia disebut telah berada di Jakarta sejak Rabu dan diperkirakan baru kembali pada Selasa.

Selain menjahit kain majun, Susanah memang tercatat memiliki aktivitas pekerjaan di dapur program MBG. Wina menyebut Susanah bertugas sebagai petugas ompreng di SPPG wilayah Bojong dan telah menjalani pekerjaan tersebut sekitar tujuh bulan.

Dengan demikian, berdasarkan keterangan keluarga, keseharian Susanah saat ini terbagi antara bekerja di SPPG program MBG dan menjahit kain lap majun.

Keterangan tersebut sekaligus meluruskan informasi mengenai pekerjaan Susanah yang menjadi perhatian publik setelah namanya disebut Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan.

Perbedaan informasi mengenai jenis pekerjaan dan nominal penghasilan itu kini menjadi sorotan tersendiri. Di satu sisi, Susanah merupakan warga dengan kehidupan sederhana yang menerima kesempatan hadir dalam agenda kenegaraan. Di sisi lain, penyebutan pekerjaan dan nominal upah dalam pidato tersebut memunculkan pertanyaan publik yang kemudian dijawab langsung oleh pihak keluarga.

Keluarga mengharapkan penjelasan tersebut dapat meluruskan informasi mengenai sosok Susanah dan pekerjaan yang selama ini dijalaninya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari