BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Tanggamus – Kondisi geografis yang sulit tidak menghalangi tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Martanda, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain harus melewati jalan tanah, jalur off road dan jalan setapak, para nakes juga harus menempuh perjalanan laut menggunakan perahu untuk menjangkau beberapa wilayah yang masuk dalam cakupan pelayanan.
Salah satunya dilakukan pada Selasa (29/9/2026). Tim Puskesmas Martanda menggunakan perahu kecil menuju Pekon Tirom, tepatnya Pedukuhan Tirom Jaya dan Tirom Kampung, untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada warga.
Kepala UPTD Puskesmas Martanda, Diana, mengungkapkan pelayanan langsung dilakukan karena jarak beberapa wilayah dengan puskesmas cukup jauh. Bahkan, warga Tirom harus menempuh perjalanan sekitar 2,5 mil laut untuk menuju fasilitas kesehatan.
“Antusias masyarakat sangat baik dengan adanya pelayanan kesehatan dari Puskesmas Martanda, karena jarak tempuh ke puskesmas cukup jauh, kurang lebih 2,5 mil laut,” kata Diana.
Wilayah kerja Puskesmas Martanda mencakup beberapa kawasan yang memiliki akses cukup sulit, seperti Teluk Brak, Karang Brak, Kaurgading, Tirom, Way Asahan, Tampang Muda, Tampang Tua hingga Martanda atau yang dikenal warga dengan Limus.
Akses menuju wilayah tersebut tersedia melalui jalur darat maupun laut. Jalur darat harus melewati jalan tanah, medan off road dan jalan setapak yang pada kondisi tertentu hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Sementara jalur laut menggunakan perahu atau jukung bermesin tempel.
Bagi masyarakat setempat, jalur laut kerap menjadi pilihan karena waktu tempuh lebih singkat dibandingkan harus melewati medan darat. Untuk angkutan yang lebih besar, warga mengenalnya dengan sebutan londeng.
Kondisi geografis tersebut juga menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan. Ketika pelayanan tidak memungkinkan dilakukan hanya di gedung puskesmas, petugas harus turun langsung ke wilayah masyarakat.
Kedatangan tim Puskesmas Martanda ke Tirom mendapat sambutan positif dari warga. Masyarakat memanfaatkan pelayanan tersebut tanpa harus melakukan perjalanan jauh menuju puskesmas.
Pelayanan langsung ini menjadi salah satu upaya Puskesmas Martanda mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan.
Bagi tenaga kesehatan, jarak dan kondisi medan bukan alasan untuk menunda pelayanan. Mereka menyesuaikan akses yang tersedia, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun menempuh perjalanan laut dengan perahu.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di wilayah dengan geografis sulit membutuhkan pola yang fleksibel. Ketika masyarakat kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan, tenaga medis hadir lebih dekat ke tempat tinggal warga.
Bagi warga Tirom dan wilayah terpencil lainnya, kehadiran nakes menjadi kemudahan tersendiri. Mereka tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan panjang dengan medan yang tidak mudah.
Pengabdian para nakes Puskesmas Martanda pun tidak hanya berlangsung di ruang pemeriksaan. Mereka harus bergerak melewati jalan tanah, jalur setapak hingga menyusuri laut demi memastikan pelayanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat.
Sebab bagi tenaga kesehatan Puskesmas Martanda, medan boleh sulit, tetapi pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan. (*)