BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Metro - Di tengah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-89 Kota Metro, Wakil Walikota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, hanya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas masih banyaknya persoalan infrastruktur yang belum terselesaikan, terutama terkait jalan rusak dan drainase.
Pernyataan tersebut disampaikan Rafieq usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Metro di Kantor DPRD Kota Metro, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan dan saluran drainase merupakan persoalan nyata yang berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari warga.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Metro, saya meminta maaf kepada masyarakat. Kami memahami bahwa jalan yang rusak dan drainase yang belum optimal bukan sekadar keluhan, tetapi kebutuhan yang sangat dirasakan warga setiap hari,” kata Rafieq.
Ia mengakui masih terdapat sebagian ruas jalan yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan. Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan pemerintah daerah.
Rafieq memastikan pemerintah tidak boleh menutup-nutupi persoalan yang ada. Menurutnya, keterbatasan anggaran maupun kendala teknis harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesenjangan antara laporan pemerintah dan kondisi yang dirasakan warga.
“Kalau memang ada keterbatasan, harus disampaikan apa adanya. Jika ada pekerjaan yang belum maksimal, harus diakui dan diperbaiki. Pemerintah harus hadir dengan solusi, bukan hanya meminta masyarakat bersabar,” ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, dari total sekitar 413 kilometer jalan di Kota Metro, masih terdapat sebagian ruas yang masuk kategori rusak ringan hingga rusak berat dan menjadi prioritas perbaikan secara bertahap.
Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Rafieq memastikan Pemerintah Kota Metro tetap berkomitmen mempercepat pembangunan daerah infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Ia menginginkan peringatan HUT ke-89 Kota Metro tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum evaluasi bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan daerah yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya ingin masyarakat melihat adanya perbaikan yang nyata, proses yang terbuka, dan pemerintah yang siap menerima kritik demi kemajuan Kota Metro,” tandasnya.