Wednesday, 16 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Digitalisasi Layanan Disdukcapil Bandar Lampung: Inovasi yang Tumbuh, Terjaga, dan Tangguh

16 September 2026 09:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Digitalisasi Layanan Disdukcapil Bandar Lampung: Inovasi yang Tumbuh, Terjaga, dan Tangguh
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

BANDAR LAMPUNG– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandar Lampung terus memperkuat komitmennya dalam memperluas aksesibilitas dokumen kependudukan secara digital.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui pengoptimalan pemanfaatan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta layanan berbasis aplikasi Permen Manis bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pengembangan ekosistem digital ini membuktikan bagaimana kualitas pelayanan publik dapat terus tumbuh seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Inovasi tersebut hadir guna meruntuhkan sekat-sekat birokrasi, mempercepat efisiensi pengurusan data, serta mewujudkan tata kelola administrasi kependudukan daerah yang semakin modern.

Kepala Disdukcapil Kota Bandar Lampung, Bagus Harisma Bramado, menjelaskan bahwa aplikasi IKD terintegrasi secara langsung dan real-time dengan sistem pusat Kementerian Dalam Negeri.

"IKD ini terhubung real-time sesuai dengan database di Ditjen Dukcapil Kemendagri. Punya fitur-fitur layanan yang bisa langsung diakses oleh masyarakat, misalnya mau merubah pendidikan, golongan darah, atau mau pindah," ujar Bram

Keunggulan sistem yang terkoneksi secara instan ini memungkinkan masyarakat memperbarui elemen data mandiri tanpa harus melewati proses administratif yang berbelit-belit.

Meski demikian, Bram memastikan adanya batasan cakupan untuk pengurusan dokumen pindah domisili melalui aplikasi IKD.

Prosedur kepindahan pada platform digital IKD saat ini diperuntukkan khusus bagi permohonan kategori perorangan atau pribadi, bukan kepindahan satu keluarga secara utuh.

"Tapi pribadi ya, pindahnya perorangan, bukan satu keluarga. Misalnya anaknya sudah bekerja di Jawa dan mau pindah sendiri, itu bisa lewat IKD," jelas Bram  mendetailkan.

Di sisi lain, keandalan sistem keamanan menjadi aspek paling vital agar ekosistem digital kependudukan ini tetap terjaga dari risiko penyalahgunaan data pribadi.

Untuk memperjelas skema keamanan IKD, Bagus memberikan gambaran perumpamaan yang akrab dengan keseharian masyarakat, yakni layanan mobile banking.

"IKD itu seperti mobile banking. Ketika mau diakses, dia butuh password. Untuk mendapatkan mobile banking, kan harus daftar dan datang langsung ke bank. Nah, kalau IKD harus datang langsung ke sini untuk memastikan bahwa orang yang mengakses adalah yang bersangkutan langsung," paparnya.

Sistem verifikasi tatap muka di awal ini secara otomatis memagari data pribadi pemohon dari potensi pemalsuan identitas oleh pihak tak bertanggung jawab.

Dampak positif dari verifikasi awal yang ketat tersebut membuat alur pelayanan selanjutnya menjadi jauh lebih simpel dan efisien.

"Di IKD proses verifikasinya sudah dari awal. Jadi dalam persyaratan pelayanannya sudah tidak ada lagi foto-foto yang bersangkutan memegang dokumen. Kalau di Permen Manis, persyaratannya ada tambahan karena kita harus verifikasi dulu benar tidaknya," terang Bram.

Selain IKD, Disdukcapil Bandar Lampung menunjukkan fleksibilitas pelayanan yang tangguh dengan tetap mengoperasikan aplikasi Permen Manis untuk kebutuhan dokumen yang lebih kompleks.

Ketangguhan platform Permen Manis terbukti dari kemampuannya mengakomodasi pengurusan dokumen kependudukan untuk seluruh anggota keluarga secara komprehensif.

"Permen Manis itu lebih lengkap. Kalau IKD baru beberapa poin pribadi dan baru beberapa fitur yang dikeluarkan untuk pelayanannya," tambah Bram menjelaskan keunggulan komplementer kedua platform tersebut.

Bram memastikan bahwa penerapan kedua aplikasi digital tersebut telah berjalan sangat optimal serta berhasil memenuhi seluruh target perekaman dokumen kependudukan di Kota Bandar Lampung."Sudah sesuai target," tandasnya optimistis.

Manfaat dari berjalannya ekosistem digital yang tumbuh, terjaga, dan tangguh ini dirasakan langsung oleh warga masyarakat, salah satunya Fitri, warga Kecamatan Kemiling.

Fitri mendatangi kantor Disdukcapil untuk mendaftarkan perubahan data foto pada KTP-el miliknya menggunakan aplikasi Permen Manis.

"Dulu di foto KTP belum pakai jilbab, sekarang mau diganti karena sudah berjilbab. Saya tahu aplikasi Permen Manis ini dari petugas informasi di bawah saat datang ke sini," kata Fitri.

Meski sempat mendapati kendala teknis jaringan pada awal pendaftaran, sistem layanan yang tangguh serta kepastian estimasi pengerjaan selama 1 hingga 2 minggu membuat prosesnya tetap berjalan lancar.

Fitri pun mengapresiasi kejelasan prosedur serta kepastian layanan Disdukcapil yang sepenuhnya bebas dari pungutan biaya.

"Sama sekali tidak ada biaya, gratis. Harapan saya semoga pelayanannya ke depan bisa lebih mudah lagi dan proses tunggu hasilnya tidak terlalu lama," tutur Fitri.

Sementara mengenai IKD, Fitri mengaku baru menyadari beragam kemudahan fitur di dalamnya setelah mendapat penjelasan dari awak media.

"Saya baru mengetahui tentang aplikasi IKD dari mba, kalau hari ini saya urus ubah foto di KTP lewat aplikasi Permen Manis," pungkasnya.

 

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari