Friday, 24 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Delapan Siswa SMPN 1 Talang Padang Keracunan MBG

24 July 2026 09:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Delapan Siswa SMPN 1 Talang Padang Keracunan MBG
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Sebanyak delapan siswa SMPN 1 Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilarikan ke Puskesmas Talang Padang karena diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mengalami mual, muntah, sakit kepala, hingga diare.

Baru 9 hari program MBG kembali berjalan, kejadian siswa keracunan kembali terjadi. Pada Rabu (22/7/2026), sebanyak 8 siswa di SMPN 1 Talang Padang mengalami keracunan usai menyantap menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB.

Guru Bimbingan Konseling (BK) SMPN 1 Talang Padang, Dian, menuturkan laporan pertama keracunan diterima dari guru kelas VII yang menemukan tiga siswanya mengeluh sakit perut, mual, dan muntah.

"Awalnya tiga siswa kelas VII dibawa ke ruang BK dan Unit Kesehatan Sekolah untuk mendapatkan penanganan awal. Namun karena mereka terus muntah disertai buang air besar, kami memutuskan membawa mereka ke Puskesmas agar mendapat penanganan medis," kata Dian, Rabu (22/7/2026).

Setelah tiga siswa tersebut dirujuk ke Puskesmas, gejala serupa kembali muncul pada siswa lainnya. Dalam waktu singkat, jumlah korban terus bertambah.

"Tak lama kemudian satu siswa lagi mengalami keluhan yang sama, disusul empat siswa lainnya. Akhirnya total ada delapan siswa yang kami antar ke Puskesmas karena mengalami gejala serupa," katanya.

Petugas medis di Puskesmas Talang Padang langsung memberikan penanganan kepada seluruh siswa yang datang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Herry Novrizal, bersama Kepala Puskesmas Talang Padang, dr. Indah, meninjau langsung kondisi pada korban.

Herry menuturkan, delapan siswa itu diduga mengalami keracunan makanan. Lima siswa diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik usai mendapatkan penanganan medis. Sementara tiga siswa lainnya masih harus menjalani perawatan karena mengalami gejala dengan tingkat sedang.

"Lima anak sudah diperbolehkan pulang, sedangkan tiga lainnya masih dirawat agar kondisinya terus dipantau sampai benar-benar pulih," katanya.

Kepala Puskesmas Talang Padang, dr. Indah, menekankan pihaknya belum dapat memastikan sumber penyebab para siswa mengalami gejala tersebut. Dugaan sementara memang mengarah pada keracunan makanan, namun kesimpulan itu baru bisa dipastikan setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

"Untuk memastikan penyebabnya, kami akan mengirimkan sampel makanan dan bahan yang berkaitan ke Laboratorium Kesehatan Daerah di Bandar Lampung. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menentukan apakah penyebabnya berasal dari bakteri, toksin, atau faktor lainnya," jelas Indah.

Ia melanjutkan, kasus keracunan makanan memiliki banyak kemungkinan penyebab, sehingga diperlukan pemeriksaan ilmiah sebelum menetapkan sumbernya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Betung, Kecamatan Talang Padang, Muzaki, menuturkan pihaknya telah menerima laporan mengenai insiden tersebut.

Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa kejadian itu berasal dari menu Program MBG.

"Kami masih menunggu hasil laboratorium. Informasi yang kami terima, beberapa siswa yang mengalami gejala juga sempat mengonsumsi sate yang dibawa atau dibeli di sekolah. Selain itu, dari 13 sekolah yang menerima layanan MBG dari SPPG Sinar Betung, hanya SMPN 1 Talang Padang yang mengalami kejadian seperti ini," ujar Muzaki.

Ia mengaku siap mendukung proses penyelidikan dengan menyerahkan sampel makanan apabila diperlukan oleh tim kesehatan.

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Lampung, Saipul, saat dihubungi menuturkan SPPG Sinar Betung, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, resmi disuspend menyusul insiden dugaan keracunan yang dialami sebagian siswa penerima Program MBG.

Saipul menuturkan, penghentian sementara operasional SPPG dilakukan sebagai langkah pencegahan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

"Dugaan sementara penyebab keracunan berasal dari menu ayam saus mentega yang disajikan pada hari kejadian. Namun kepastian penyebabnya tetap menunggu hasil uji laboratorium," kata Saipul, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, suspend dilakukan agar proses investigasi dapat berjalan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan bahan baku, proses pengolahan makanan, hingga distribusi makanan kepada para siswa.

Saipul menekankan, seluruh prosedur keamanan pangan harus dipastikan terpenuhi, sebelum SPPG kembali diizinkan beroperasi.

"Selama proses investigasi berlangsung, SPPG tidak diperbolehkan beroperasi sampai seluruh hasil pemeriksaan selesai dan dinyatakan memenuhi standar keamanan pangan," ujarnya.

Saipul menuturkan, kejadian tersebut menjadi evaluasi penting bagi seluruh penyelenggara Program MBG di Lampung.

Ia menghimbau, seluruh pengelola SPPG agar semakin memperketat penerapan standar higiene dan sanitasi dalam setiap tahapan penyediaan makanan.

Menurutnya, kualitas bahan baku harus dipastikan dalam kondisi baik, proses memasak dilakukan sesuai standar keamanan pangan, makanan disimpan pada suhu yang tepat, hingga distribusi dilakukan tepat waktu agar makanan tetap layak dikonsumsi.

Selain itu, seluruh petugas dapur juga diminta disiplin menerapkan kebersihan diri saat mengolah makanan serta melakukan pengecekan kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

"Jangan menganggap sepele prosedur keamanan pangan. Semua SPPG harus menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran agar tidak terulang kembali. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama dalam pelaksanaan Program MBG," tegasnya. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari